Ilustrasi: Pembayaran dividen tunai. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT AlamTri Resources Indonesia Tbk (ADRO) atau yang sebelumnya dikenal PT Adaro Energy Indonesia Tbk akan membayarkan dividen jumbo USD2,62 miliar atau setara dengan sekitar Rp41,7 triliun pada Jumat, 5 Desember 2024.
Pembagian dividen tunai telah disetujui oleh para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 18 November 2024.
Adapun daftar pemegang saham yang berhak atas tambahan dividen final adalah yang namanya tercatat sebagai pemegang saham ADRO per 29 November 2024 pukul 16.00 WIB.
Pembagian dividen tunai tersebut berasal dari data keuangan ADRO per 31 Desember 2023, dengan laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD1,64 juta.
Baca juga: Emiten Grup Sinarmas DUTI Tebar Dividen Interim Rp703 Miliar, Simak Jadwalnya
Sementara itu, dari sisi saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya senilai USD5,15 juta dan total ekuitas tercatat di periode 31 Desember 2023 sebanyak USD7,40 juta.
PT Adaro Energy Indonesia Tbk kini berubah nama menjadi PT AlamTri Resources Indonesia Tbk. Perubahan nama ini bertujuan untuk memperkenalkan identitas baru yang lebih mencerminkan nilai dan visi jangka panjang.
Perseroan berkomitmen untuk sepenuhnya mendukung komitmen Pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, termasuk upaya mencapai net-zero emissions pada tahun 2060 atau lebih awal dengan melalui berbagai langkah.
Setelah pemisahan pilar bisnis pertambangan batu bara termal dan beberapa bisnis pendukungnya melalui pelaksanaan penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS), perseroan akan menjadi entitas induk dengan fokus pada bisnis hikirisasi mineral serta energi terbarukan yang akan mendukung transisi energi dan ekonomi hijau Indonesia.
Baca juga: Siap-siap! BCA Bakal Bagikan Dividen Interim Tunai Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More