Jakarta–Salah satu perusahaan asal Jepang telah menyampaikan minatnya untuk membangun tiga shopping center di Indonesia dalam waktu dua tahun ke depan.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi adanya nilai investasi sebesar Rp900 miliar untuk pembangunan shopping center tersebut. Saat ini perusahaan sedang dalam tahap research untuk lokasi proyek di wilayah Jabodetabek.
”Dari satu proyek pembangunan shopping center saja diperkirakan bisa mencapai Rp300 miliar. Jadi kami mengidentifikasi nilai investasi bisa untuk tahap awal bisa mencapai Rp900 miliar. Cukup besar, dan investor menargetkan proyek ini dapat selesai dalam dua tahun ke depan. Untuk itu kami bantu terus, agar nilai investasinya bisa segera masuk,” jelas Kepala BKPM Franky Sibarani dalam keterangan kepada pers, Selasa, 7 Juni 2016.
Franky menambahkan, bahwa perusahaan telah memilih mitra lokal untuk pembangunan proyek tersebut. Diperkirakan pembangunan sebuah shopping center dapat selesai dalam 1,5 tahun. Selain di Indonesia, perusahaan saat ini sudah memiliki cabang usaha di Kamboja. Indonesia tetap menjadi daya tarik bagi investor, karena potensi pasar yang begitu luas dan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN.
”Mereka sudah ada mitra lokal yang berpengalaman di bidangnya, tinggal tunggu lokasi yang tepat saja. Untuk rencana jangka panjang jika ketiga shopping center di Jabodetabek ini sudah rampung, perusahaan berniat untuk mulai research di Surabaya dan Makassar,” lanjutnya.
Pejabat Promosi Investasi kantor perwakilan BKPM (IIPC) Tokyo Saribua Siahaan siap memfasilitasi dan mengawal proyek-proyek prioritas pemerintah, sehingga Investor Jepang dapat mengembangkan usahanya dengan cepat dan sesuai target.
“Kami selalu siap untuk memfasilitasi dan mengawal kebutuhan investor, sehingga target mereka tercapai dan puas dengan pelayanan BKPM. Dengan begitu, kami berharap kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia dapat terus meningkat,” jelasnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More