Categories: Perbankan

Investor BNI Syariah Berminat Jadi Mayoritas

Jakarta– Upaya pencarian investor strategis bagi anak usaha PT Bank Negara Indonesia, Tbk (BNI) yaitu BNI Syariah masih terus berlangsung. Meski ada calon investor dari Timur Tengah, namun masih belum sesuai keinginan. Pasalnya calon investor berminat menjadi pemegang saham mayoritas.

“Kepemilikan domain dari induk ya, tapi kita kontak calon dari middle east itu tetap pengen jadi mayoritas, kebalikan dari kita, kita cenderung menjual bertahap,” kata Direktur Utama BNI, Syariah Imam T Saptono di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya BNI ingin menjual secara bertahap sehingga terjadi nilai tambah bukan hanya penambahan modal.

“jadi misalkan saat kita jual dulu 20%, kemudian dia masuk karena kepercayaan tinggi dia kemudian bawa modal, skill segala macam, jadi ada nilai tambah, baru kita jual lagi, kalau jual one shot kita gak dapat gain,” tambahnya.

Sementara soal minat International Finance Corporation (IFC) terhadap bank-bank syariah menurutnya baik. Namun untuk BNIS menurutnya membutuhkan investor strategis yang tidak hanya memberikan modal tambahan.

“Straegic investor kan ada dua pertama yang sesama bank itu dia akan tetap stay di bank ini terus, kalau IFC itu punya itungan time horizone sendiri, mengejar capital gain,”tandasnya. (*) Ria Martati

Apriyani

Recent Posts

Ironi di Balik Kursi Terdakwa Kasus Sritex, Ketika Integritas Bankir Diadili Secara “Serampangan”

Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More

2 hours ago

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

3 hours ago

Pasar Modal Diminta Berbenah, Airlangga Beberkan Instruksi Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More

7 hours ago

OJK Siapkan Langkah Sistemik Dorong Kredit UMKM

Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More

7 hours ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

7 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

7 hours ago