Categories: Perbankan

Investor Asing Tertarik Perbesar Kepemilikan di Bank

Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, kinerja perbankan 2015 menunjukkan bahwa bank-bank nasional masih dalam kondisi baik, kendati perekonomian nasional tengah mengalami perlambatan di sepanjang 2015.

Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan OJK, Irwan Lubis mengungkapkan, dengan adanya tren perbaikan kinerja perbankan tanah air tersebut, telah memicu minat investor asing untuk memperbesar kepemilikan sahamnya pada bank nasional.

“Dengan pengelolaan sistem perbankan yang konservatif dan prudensial, investor di berbagai negara masih tertarik pada perbankan kita,” ujar Irwan di Jakarta, Rabu, 13 Januari 2016.

Jika dikaitkan dengan batasan kepemilikan asing pada saham perbankan nasional, hal ini bergantung pada hasil pembahasan RUU Perbankan antara pemerintah dan DPR. Pasalnya, saat ini RUU Perbankan masuk ke dalam Program Legislasi Nasional 2016.

“Jadi, itu (kepemilikan saham bank oleh asing) tergantung kita. Apa perbankan rela dibesarkan oleh asing? Itu ada di legislatif dan eksekutif,” tukas Irwan.

Dia mengungkapkan, sepanjang 2015 pertumbuhan industri perbankan tetap tumbuh positif, meski mengalami perlambatan. Hal tersebut tercermin pada rasio kecukupan modal (CAR) hingga November 2015 yang masih di kisaran 21%.

“Dari data OJK, pada November 2015 aset bertumbuh 9,29%, kredit tunbuh 9,85% dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 7,7% secara year-on-year,” ucapnya.

Dengan demikian, kata dia, sejumlah indikator kinerja keuangan perbankan di 2015 tersebut masih belum berisiko. “Sehingga, kepercayaan masyarakat dan investor masih tinggi di industri perbankan,” papar Irwan.

Lebih lanjut Irwan menambahkan, bahwa likuiditas di industri perbankan masih cukup besar, kondisi ini ditandai dengan besaran loan to deposit ratio (LDR) yang hingga November 2015 tercatat sebesar 90,48%.

“Tetapi, ini angka yang cukup tinggi. Di 2016, mudah-mudahan bisa lebih baik dan memberikan pertumbuhan DPK yang baik dan juga jadi penopang pertumbuhan kredit,” tutupnya. (*) Rezkiana Nisaputra

Paulus Yoga

Recent Posts

Tugu Insurance Siaga 24 Jam, Dukung Perjalanan Mudik Aman dan Nyaman

Poin Penting Tugu Insurance menghadirkan layanan darurat t rex (derek/gendong) untuk membantu pemudik di berbagai… Read More

1 hour ago

Bank Sentral Global Menghadapi Ekspektasi yang Lebih Tinggi: Ke Mana Arah BI-Rate?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More

2 hours ago

Jangan Asal Berangkat, Ini 6 Tip Mudik Lebaran agar Aman dan Nyaman

Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More

3 hours ago

Transaksi ZISWAF BSI Tembus Rp30 Miliar di Ramadhan 2026, Naik 2 Kali Lipat

Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More

5 hours ago

Konflik Timur Tengah dan Risiko Harga Minyak Global, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More

5 hours ago

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

23 hours ago