News Update

Investor Asing Khawatir Cuti Bersama Lebaran Bertambah

Jakarta – Keputusan penambahan cuti bersama libur Lebaran tahun ini sempat menimbulkan polemik, salah satunya bagi investor di pasar modal.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, sempat mengatakan bahwa penambahan cuti bersama Lebaran tahun ini membuat investor asing khawatir. Dia juga menilai kekhawatiran itu juga memberikan sedikit dampak kepada tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Meski begitu, Tito mengaku tetap menghormati dan mengikuti keputusan pemerintah. Namun dia meminta pemerintah untuk memutuskan dan mengumumkan cuti bersama libur Lebaran mendatang bisa diumumkan 1 tahun sebelumnya.

“Kalau bisa tahun depan dikasih tahu jauh-jauh hari. Untuk tahun depan harusnya sekarang sudah bisa diumumin,” tuturnya di BEI, Jakarta, Senin, 7 Mei 2018.

Tito mengaku sudah memberitahu pemerintah terkait usulan itu saat rapat evaluasi cuti bersama Lebaran tahun ini. Sebab bagi investor pasar modal sangatlah penting, untuk mengetahui jadwal tutupnya perdagangan saham. Hal itu demi mengatur strategi investasi jangka panjang.

“Investor itu harus membuat rencana. Di Amerika Serikat saja sudah diumumin 2 tahun sebelumnya untuk libur seperti paskah. Harusnya Indonesia bisa,” imbuhnya.

Sebelumnya pemerintah melalui surat keputusan bersama (SKB) 3 menteri menetapkan penambahan cuti bersama diberikan 2 hari sebelum Lebaran, yaitu 11 dan 12 Juni 2018, serta 1 hari setelah Lebaran, yaitu pada 20 Juni 2018. Total cuti bersama adalah 7 hari, yaitu 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018.

Dalam poin pengumumannya tertulis bahwa tambahan 3 hari cuti itu bersifat fakultatif. Artinya pihak swasta dibebaskan untuk mengambil keputusan.

Selain itu poin lainnya transaksi pasar modal dan bursa akan dibuka pada 20 Juni 2018. Namun untuk tambahan 2 hari cuti bersama di sebelum Lebaran masih belum dipastikan apakah kliring tutup atau buka.

Untuk kedua hari itu, Tito mengatakan pihaknya akan tergantung keputusan Bank Indonesia (BI) apakah akan menutup kliring ditanggal itu atau tidak. Jika kliring buka, maka BEI akan meminta izin ke OJK untuk tetap membuka perdagangan saham.

“Kalau kliring buka saya akan minta sama OJK, tapi yang sekarang pasti masuknya di tanggal 20 Juni 2018 itu,” tutupnya. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Bank Maspion Kantongi ‘Dana Segar’ USD285 Juta dari KBank, Perkuat Likuiditas Kredit

Poin Penting PT Bank Maspion Indonesia Tbk memperoleh fasilitas pinjaman USD285 juta dari KASIKORNBANK Public… Read More

6 mins ago

IHSG Jelang Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri Ditutup Naik 1,60 Persen ke Level 7.106

Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,20 persen ke level 7.106,83 pada perdagangan Selasa (17/3), menjelang… Read More

11 mins ago

Survei Amar Bank Sebut 87 Persen Responden Alami Kenaikan Pengeluaran di Periode Lebaran

Poin Penting Survei Amar Bank terhadap 1.600 responden menunjukkan 87 persen masyarakat mengalami kenaikan pengeluaran… Read More

42 mins ago

Gerak Saham Bank Jumbo usai Investor Asing Lakukan Net Sell

Poin Penting Investor asing melakukan net sell besar pada saham bank jumbo, dipimpin BBCA Rp400,11… Read More

57 mins ago

BI: Kredit Perbankan Tumbuh 9,37 Persen di Februari 2026

Poin Penting Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,37 persen (yoy) pada Februari 2026, sedikit… Read More

1 hour ago

‘One Way’ Mudik 2026 Berlaku 18 Maret, Korlantas Terapkan Skema Nasional

Poin Penting One way mudik 2026 secara nasional direncanakan berlaku pada 18 Maret 2026 pukul… Read More

1 hour ago