Market Update

Investor Asing Kembali Catat Outflow Rp1 Triliun, Ini 5 Saham Terbanyak Dilego

Poin Penting

  • Investor asing mencatat net foreign sell Rp1 triliun pada perdagangan Senin (26/1/2026), didominasi saham perbankan berkapitalisasi besar.
  • BBCA dan BMRI menjadi saham paling banyak dijual asing, diikuti BUMI, BBNI, dan MDKA.
  • IHSG tetap menguat 0,27 persen ke level 8.975,33, meski mayoritas saham tercatat melemah.

Jakarta – Aliran dana investor asing kembali keluar dari pasar saham domestik. Pada perdagangan Senin (26/1), net foreign sell tercatat mencapai Rp1,00 triliun.

Aksi jual investor asing tersebut masih didominasi saham sektor keuangan, khususnya perbankan berkapitalisasi besar. Kondisi ini turut menekan akumulasi net foreign buy year-to-date (ytd) menjadi Rp1,46 triliun.

Baca juga: Mengapa Dana Pemerintah Tak Langsung Diserap Sektor Riil? Ini Jawaban Calon DG BI Solikin

Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, berikut lima saham yang paling banyak dilepas investor asing:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp785,40 miliar
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp448,86 miliar
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp357,93 miliar
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero)  Tbk (BBNI): Rp152,30 miliar
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp92,19 miliar.

IHSG Tetap Menguat di Tengah Aksi Jual Asing

Meski investor asing mencatatkan aksi jual, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap ditutup di zona hijau. IHSG menguat 0,27 persen ke level 8.975,33, dari posisi sebelumnya 8.951,01.

Adapun, berdasarkan statistik RTI Business, tercatat 428 saham terkoreksi, 267 saham menguat, dan 110 saham stagnan. 

Baca juga: 170 Saham Terkoreksi, IHSG Dibuka di Zona Merah

Sebanyak 57,52 miliar saham diperdagangkan dengan 3,83 juta kali transaksi, dan total nilai transaksi Rp36,97 triliun.

Seluruh Indeks Domestik Bergerak Positif

Tak hanya IHSG, seluruh indeks domestik juga tercatat menguat. IDX30 naik 0,36 persen menjadi 450,56, JII meningkat 1,47 persen ke 616,10, Sri-Kehati menguat tipis 0,02 persen menjadi 388,36, dan LQ45 naik 1,01 persen ke level 882,43. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Denda KPPU yang Ngawur, Salah Sasaran, dan Mengembalikan Pinjol ke Era “Super” Rentenir Online

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank AKHIR pekan lalu jagat keuangan digital Indonesia diguncang… Read More

1 hour ago

IHSG Masih Rawan Terkoreksi, Cek 4 Saham Rekomendasi Analis

Poin Penting IHSG diproyeksi masih rawan melemah secara teknikal, dengan potensi koreksi ke kisaran 6.745–6.887,… Read More

2 hours ago

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

10 hours ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

16 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

16 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

16 hours ago