Ilustrasi - Pasar modal Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Aliran dana investor asing kembali keluar dari pasar saham domestik. Pada perdagangan Senin (26/1), net foreign sell tercatat mencapai Rp1,00 triliun.
Aksi jual investor asing tersebut masih didominasi saham sektor keuangan, khususnya perbankan berkapitalisasi besar. Kondisi ini turut menekan akumulasi net foreign buy year-to-date (ytd) menjadi Rp1,46 triliun.
Baca juga: Mengapa Dana Pemerintah Tak Langsung Diserap Sektor Riil? Ini Jawaban Calon DG BI Solikin
Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, berikut lima saham yang paling banyak dilepas investor asing:
Meski investor asing mencatatkan aksi jual, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap ditutup di zona hijau. IHSG menguat 0,27 persen ke level 8.975,33, dari posisi sebelumnya 8.951,01.
Adapun, berdasarkan statistik RTI Business, tercatat 428 saham terkoreksi, 267 saham menguat, dan 110 saham stagnan.
Baca juga: 170 Saham Terkoreksi, IHSG Dibuka di Zona Merah
Sebanyak 57,52 miliar saham diperdagangkan dengan 3,83 juta kali transaksi, dan total nilai transaksi Rp36,97 triliun.
Tak hanya IHSG, seluruh indeks domestik juga tercatat menguat. IDX30 naik 0,36 persen menjadi 450,56, JII meningkat 1,47 persen ke 616,10, Sri-Kehati menguat tipis 0,02 persen menjadi 388,36, dan LQ45 naik 1,01 persen ke level 882,43. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting KPP dirancang khusus bagi wiraswasta dan UMKM yang sulit mengakses KPR subsidi FLPP,… Read More
Poin Penting Harga emas dalam enam tahun terakhir menunjukkan tren menguat, dari kisaran Rp600 ribu… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas targetkan 4 IPO pada 2026, seluruhnya berasal dari perusahaan kelas aset… Read More
Poin Penting Jumlah investor pasar modal RI mendekati 21 juta SID, dengan lebih dari 9… Read More
Poin Penting DPR RI resmi mengesahkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031… Read More
Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,23 persen ke level 8.955,04 pada perdagangan 27 Januari 2026,… Read More