News Update

Investor Asing di IKN Masih ‘Zonk’, Ridwan Kamil Bilang Begini

Jakarta – Mantan Gubernur Jawa Barat yang saat ini menjabat sebagai Infrastructure Curator Ibu Kota Nusantara (IKN), Ridwan Kamil, menyampaikan jika pemerintah Indonesia hanya bisa mengalokasikan dana 20 persen dari APBN untuk mendanai pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Sementara sisanya atau 80 persen membutuhkan dana dari pihak swasta.

“Berdasarkan pengalaman saya, saya pikir anggaran pemerintah hanya sanggup mendanai maksimal 20 persen. Jadi, kita butuh 80 persen dari kerjasama dengan pihak swasta,” ujar Ridwan pada acara Bloomberg Sustainable Business Summit 2024 di Singapura, Rabu, 31 Juli 2024. 

Oleh karenanya, Ridwan katakan, untuk meyakinkan institusi keuangan internasional, pihaknya perlu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam berinvestasi membangun IKN melalui anggaran yang telah dicanangkan dan dikucurkan oleh pemerintah Indonesia. Ia jelaskan, hingga kini sudah ada USD3 miliar dana untuk konstruksi di IKN, yang mana mayoritas berasal dari investasi domestik.

“Ini (dana investasi di IKN) bukan dari investor internasional. Melihat adalah percaya, maka saya berharap Anda bisa datang ke Nusantara setelah September ketika bandara dan jalan tol di sana telah usai dibangun,” ucap Ridwan.

Ia menambahkan, pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk membangun IKN berlandaskan prinsip-prinsip environmental, social, and governance (ESG). Pemerintah Indonesia membangun jembatan di atas jalan tol untuk hewan bisa menyeberanginya. Di samping itu, pihaknya juga melakukan proses “rewilding” di area IKN.

Ridwan ceritakan, area IKN adalah area untuk tumbuhan ecalyptus, di mana setiap enam tahun, industri menebang pohon-pohon ecalyptus di sana untuk bahan baku kertas dan tisu. Melihat realita yang ada, pemerintah Indonesia berinisiatif menanam 21 juta pohon tropis, yang diharapkan dalam 10 tahun ke depan bisa menjadi surga bagi hutan tropis.

“Dan tentunya untuk membangun 80 persen sisanya, kita sangat membutuhkan partisipasi dari kerja sama dengan pihak swasta. Semoga setelah September kalau anda bisa datang, kita bisa mendiskusikan hal ini (berinvestasi di IKN) dan menjadi lebih produktif dalam berkolaborasi,” pungkasnya. 

Sementara itu, masih di kesempatan yang sama, Regional Director for Infrastructure and Natural Resources of Asia and Pacific International Finance Corporation (IFC), Vikram Kumar, menjelaskan bahwa investor asing perlu melihat komitmen jangka panjang yang kuat dari pemerintah sebuah negara terhadap proyek yang ingin digarap.

“Tantangan yang kita hadapi sebagai pendana adalah keberlanjutan dalam kepemimpinan. Saya pikir anda telah baca ini, komisioner anda mungkin berganti setiap tiga sampai lima tahun, tiap mereka punya agenda berbeda dan berpegang teguh pada rencana awal pembangunan kota bukanlah hal yang mudah,” bebernya. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Recent Posts

Ironi di Balik Kursi Terdakwa Kasus Sritex, Ketika Integritas Bankir Diadili Secara “Serampangan”

Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More

41 mins ago

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

2 hours ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

6 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

6 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

6 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

7 hours ago