Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus berupaya melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan kecelakaan yang melibatkan Kereta Api (KA) Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung dan Commuter Line Bandung Raya di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (5/1).
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, tim investigasi yang sudah diterjunkan ke lokasi kejadian tengah melakukan pengumpulan data dan informasi faktual yang akan berlangsung selama 4 hari, terhitung mulai 5 hingga 8 Januari 2024.
Baca juga: Ini Dia 8 Perjalanan KA yang Terkena Dampak Kecelakaan Kereta Turangga dengan KA Bandung Raya
“Kami sedang melakukan pengumpulan data dan informasi faktual, termasuk keterangan para saksi sambil menunggu hasil investigasi dari teman-teman investigator di lapangan,” katanya, dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (5/1).
Ia menjelaskan, KNKT akan melakukan analisis menyeluruh terhadap faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian kecelakaan, serta melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait.
Saat ini, KNKT belum bisa memberikan keterangan terkait penyebab terjadinya kecelakaan yang menewaskan 4 petugas KA yakni Masinis, Asisten Masinis, Pramugara dan Security.
Baca juga: Jasa Raharja Pastikan Jamin Santunan Korban Kecelakaan KA Turangga dan KA Bandung Raya Hingga Rp50 Juta per Jiwa
Selama proses penyelidikan, KNKT akan memberikan pembaruan secara berkala kepada masyarakat. Selain itu, KNKT akan bekerja keras untuk memastikan bahwa hasil penyelidikan dapat memberikan pencerahan yang memadai dan tindakan yang tepat untuk meningkatkan keselamatan transportasi kereta api di Indonesia
Pihaknya pun menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan berharap agar para korban yang terluka segera pulih dengan cepat. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Event Belanja Nasional 2025 mencatat transaksi Rp122,28 triliun hingga 5 Januari 2026, melampaui… Read More
Poin Penting BGN menegaskan tidak semua pegawai atau relawan SPPG Program MBG dapat diangkat sebagai… Read More
Poin Penting Pemerintah telah menyetujui pengembangan ekosistem semikonduktor agar Indonesia mampu menyaingi Malaysia di industri… Read More
Poin Penting Defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92 persen PDB, melampaui target awal… Read More
Poin Penting BSI meluncurkan Lapak BSI di pasar tradisional untuk memperluas inklusi dan literasi keuangan… Read More
Poin Penting DJP menyatakan kooperatif dan mendukung penggeledahan KPK di kantor pusat pajak terkait penyidikan… Read More