Poin Penting
- KEK Industropolis Batang memperkuat kerja sama Indonesia-Jepang untuk menarik investasi industri teknologi tinggi melalui forum bisnis di Tokyo.
- Jepang mencatat investasi langsung ke Indonesia sebesar USD3,12 miliar pada 2025 dan tetap menjadi salah satu investor terbesar Indonesia.
- KEK Batang menawarkan ekosistem industri terpadu, dukungan insentif, dan infrastruktur modern untuk mendukung ekspansi industri high-tech Jepang di Indonesia.
Jakarta – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mendorong kemitraan strategis Indonesia-Jepang guna menarik investasi di sektor industri teknologi tinggi.
Upaya tersebut dilakukan melalui partisipasi dalam Investment Business Forum Indonesia-Japan yang digelar di Tokyo pada 22 Mei 2026 bersama KBRI Tokyo, Bank Indonesia (BI) Tokyo, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC/BKPM) Tokyo, dan JETRO.
KEK Industropolis Batang mempromosikan potensi investasi kawasan industri terpadu tersebut kepada investor dan pelaku industri global, khususnya di sektor high tech industry.
Baca juga: Tingkatkan Integrasi Sistem Logistik, KEK Industropolis Batang Kembangkan Dryport Berbasis Rel
Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, mengatakan kesiapan infrastruktur dan ekosistem terpadu menjadi keunggulan utama kawasan dalam memenuhi kebutuhan investor global.
KEK Industropolis Batang tidak hanya menyediakan lahan industri siap pakai, tetapi juga mengintegrasikan tiga sektor utama, yakni industrial and processing, logistic and distribution, serta tourism.
“Dengan fleksibilitas pengembangan serta penyediaan fasilitas penunjang modern, kawasan ini dirancang secara spesifik untuk memastikan efisiensi operasional tertinggi bagi rantai pasok global dan memberikan jaminan nilai tambah maksimal bagi investasi jangka panjang di Asia Tenggara,” jelas Indri dalam keterangan resmi, Minggu, 24 Mei 2026.
Jepang Tetap Jadi Investor Strategis Indonesia
Direktur Promosi Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, Cahyo Purnomo, mengungkapkan hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang telah terjalin erat selama lebih dari 60 tahun. Jepang juga konsisten menjadi salah satu mitra dagang dan investor terbesar bagi Indonesia.
Cahyo merinci, pada2025, realisasi investasi langsung (FDI) Jepang mencapai USD3,12 miliar. Secara akumulasi, dalam lima tahun terakhir jumlahnya lebih dari USD18 miliar, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan 13,2 persen.
“Ketahanan ekonomi Indonesia juga menunjukkan performa yang sangat resilien di tengah dinamika global, di mana pada kuartal pertama tahun 2026 investasi langsung Indonesia tercatat mencapai USD30,2 miliar atau tumbuh sebesar 18,9 persen secara year on year,” lanjut Cahyo.
Baca juga: KEK Industropolis Batang Gandeng JPEN Kembangkan EBT 180 MW
Menurutnya, Indonesia membutuhkan tambahan investasi sekitar USD814,4 miliar dalam lima tahun ke depan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 7-8 persen.
Momentum tersebut dinilai menjadi peluang strategis bagi industri teknologi tinggi Jepang untuk memperluas investasi di Indonesia, tidak hanya melalui kemitraan bisnis konvensional, tetapi juga kolaborasi berkelanjutan.
Pemerintah, lanjut Cahyo, terus memperkuat reformasi struktural melalui kemudahan perizinan berbasis risiko lewat OSS, pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, serta penguatan standar industri sesuai kerangka ESG global.
BI Dorong Investasi Berkelanjutan
Dukungan terhadap penguatan investasi juga disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, dalam forum bisnis yang dihadiri lebih dari 100 peserta dari kalangan investor internasional, pemerintah, dan asosiasi bisnis.
Filianingsih menilai sinergi ekonomi Indonesia dan Jepang menjadi langkah nyata dalam memperkuat investasi berkelanjutan serta integrasi rantai pasok global di Asia.
Ia menegaskan KEK Industropolis Batang memiliki proposisi nilai yang kuat bagi investor high-tech Jepang, didukung kebijakan Local Currency Transaction (LCT), stabilitas sistem keuangan nasional, serta insentif fiskal yang komprehensif.
“Kombinasi antara kesiapan infrastruktur, dukungan regulasi, dan arah pengembangan industri masa depan menjadikan KEK Industropolis Batang sebagai salah satu kawasan strategis yang potensial untuk mendukung ekspansi industri Jepang di Indonesia,” imbuhnya.
Baca juga: KEK Industropolis Batang Pikat Investor Global di China Conference Southeast Asia 2026
Sebagai bagian dari rangkaian agenda di Tokyo, manajemen KEK Industropolis Batang juga melakukan kunjungan komparatif ke Tsukuba Science City guna mempelajari standar internasional dalam pengembangan kawasan industri masa depan yang berkelanjutan.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengkaji integrasi kawasan industri, pusat riset, dan lingkungan hunian berkualitas dengan tata kota berkelanjutan.
Agenda di Tokyo ditutup dengan sesi business matching bersama mitra strategis Jepang untuk mendalami tren pasar terkini sekaligus merumuskan skema insentif yang menarik bagi investor. (*) Ari Astriawan


