Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dalam satu dekade terakhir total kerugian masyarakat dari investasi ilegal di Indonesia telah mencapai Rp114,9 triliun. Hal tersebut terjadi pada tahun 2011 hingga akhir 2021.
Demikian disampaikan oleh Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito saat diskusi Webinar Infobank “Melindungi Masyarakat dari Jeratan Fintech dan Investasi ilegal – Cara Berinvestasi dan Mencari Pendanaan Aman di Masa Pandemi” di Jakarta, Selasa 13 April 2021.
Sardjito menyebut, banyaknya kerugian di masyarakatlah yang menjadi latar belakang terbentuknya Satgas Waspada Investasi (SWI) di Indonesia.
“Saya hafal kerugian selama ini dari investasi yang ilegal. Oleh karena itu dibentuk satgas karena-kadang kadang ada jenis-jenis investasi ilegal atau jenis orang yang mau nipu dengan berbagai cara,” jelas Sardjito.
Dari data tersebut, kata dia, tertulis angka kerugian tertinggi berada pada tahun 2011 yang mencapai Rp68,6 triliun lalu menurun di angka Rp7,9 triliun di tahun 2012. Sementara itu berdasarkan data terakhir di Desember 2020 kerugian masyarakat semakin menyusut pada angka Rp5,9 triliun.
I menyampaikan, masyarakat harus tetap waspada terhadap investasi legal, sebab mereka bisa saja terus muncul meski telah ditutup. Sardjito juga menyampaikan, masyarakat bisa berperan aktif memeriksa legalitas perusahaan investasi dan fintech, sebelum melakukan transaksi.
Menurutnya, masyarakat bisa menghubungi call center OJK 157, atau menghubungi WhatsApp OJK 081157157157 untuk menanyakan legalitas produk investasi. (*)
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More