Sementara untuk pertumbuhan ekonomi di kuartal satu ini, masih dipengaruhi oleh investasi yang membaik dan kinerja ekspor yang tetap positif. Menurut Tirta, investasi pada kuartal pertama yang membaik tersebut, didukung oleh investasi bangunan dan nonbangunan.
“Perbaikan investasi nonbangunan didukung oleh kenaikan harga komoditas seperti terlihat pada penjualan alat berat untuk pertambangan dan perkebunan yang meningkat. Kenaikan harga komoditas juga mendorong ekspor yang tumbuh positif,” ucapnya.
Di sisi lain, lanjut dia, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal satu berpotensi sedikit melambat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan penjualan eceran dan penjualan kendaraan bermotor yang menurun, yang dipengaruhi oleh proses konsolidasi korporasi yang masih berlanjut. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting BCA menambah jaringan dari 1.242 cabang (2021) menjadi 1.270 cabang (Desember 2025) BCA… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More