BI: Pertumbuhan Ekonomi 5,06% Dibawah Ekspektasi
Jakarta — Perekonomian Indonesia pada tahun 2019 mendatang diprediksi akan tetap tumbuh lebih baik daripada tahun ini walau diterjang ketidakpastian kondisi ekonomi global.
Hal tersebut disampaikan oleh Wahyoe Soedarmono selaku Ekonom Sampoerna University sekaligus Manajer Program Kerjasama HSBC-PSF yang menjadi salah satu narasumber dalam paparan ekonomi di seminar Indonesia Economic and Financial Sector Outlook (IEFSO) 2019 dengan topik “Memperkuat Sektor Keuangan untuk Pertumbuhan di Tengah Ketidakpastian Global”.
“Proyeksi ini telah mempertimbangkan berbagai faktor pendorong, antara lain potensi arus investasi swasta dan belanja pemerintah terutama untuk pembangunan infrastruktur, selain juga supply dan demand agregat dan kestabilan laju inflasi,” kata Wahyoe di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu 5 Desember 2018.
Sementara dari sisi tantangan eksternal, faktor utama yang harus diwaspadai adalah risiko geopolitik akibat tekanan perdagangan antara AS dan China serta negara negara maju besar lainnya. Kondisi eksternal sendiri telah berdampak pada defisit neraca berjalan yang terus meningkat dan telah mencapai -3,37% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III 2018, dan berpotensi menekan nilai rupiah.
“Namun secara keseluruhan, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap optimistis pada 2019 mendatang, karena didorong oleh efektivitas belanja pemerintah dan investasi swasta. Pertumbuhan kredit perbankan khususnya kredit investasi juga meningkat” ungkap Wahyoe.
Optimisme ini juga didukung dengan performa ekonomi domestik beberapa tahun belakangan, dengan pertumbuhan ekonomi sejak kuartal 1 tahun 2014 yang stabil di angka sekitar 5%, tergolong tinggi dibandingkan negara-negara lain di dunia, termasuk negara maju.
Selain itu, adanya pemilihan umum (pemilu) di tahun mendatang juga menjadi faktor yang harus dipertimbangkan, mengingat belanja pemerintah dan tingkat konsumsi publik yang bertendensi meningkat mendekati periode pemilu. (*)
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More