Ekonomi dan Bisnis

Investasi dan Belanja Pemerintah Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi 2019

Jakarta — Perekonomian Indonesia pada tahun 2019 mendatang diprediksi akan tetap tumbuh lebih baik daripada tahun ini walau diterjang ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan oleh Wahyoe Soedarmono selaku Ekonom Sampoerna University sekaligus Manajer Program Kerjasama HSBC-PSF yang menjadi salah satu narasumber dalam paparan ekonomi di seminar Indonesia Economic and Financial Sector Outlook (IEFSO) 2019 dengan topik “Memperkuat Sektor Keuangan untuk Pertumbuhan di Tengah Ketidakpastian Global”.

“Proyeksi ini telah mempertimbangkan berbagai faktor pendorong, antara lain potensi arus investasi swasta dan belanja pemerintah terutama untuk pembangunan infrastruktur, selain juga supply dan demand agregat dan kestabilan laju inflasi,” kata Wahyoe di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu 5 Desember 2018.

Sementara dari sisi tantangan eksternal, faktor utama yang harus diwaspadai adalah risiko geopolitik akibat tekanan perdagangan antara AS dan China serta negara negara maju besar lainnya. Kondisi eksternal sendiri telah berdampak pada defisit neraca berjalan yang terus meningkat dan telah mencapai -3,37% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III 2018, dan berpotensi menekan nilai rupiah.

“Namun secara keseluruhan, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap optimistis pada 2019 mendatang, karena didorong oleh efektivitas belanja pemerintah dan investasi swasta. Pertumbuhan kredit perbankan khususnya kredit investasi juga meningkat” ungkap Wahyoe.

Optimisme ini juga didukung dengan performa ekonomi domestik beberapa tahun belakangan, dengan pertumbuhan ekonomi sejak kuartal 1 tahun 2014 yang stabil di angka sekitar 5%, tergolong tinggi dibandingkan negara-negara lain di dunia, termasuk negara maju.

Selain itu, adanya pemilihan umum (pemilu) di tahun mendatang juga menjadi faktor yang harus dipertimbangkan, mengingat belanja pemerintah dan tingkat konsumsi publik yang bertendensi meningkat mendekati periode pemilu. (*)

Suheriadi

Recent Posts

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

56 mins ago

AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun ke PDB Nasional

Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More

2 hours ago

Maybank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,66 Triliun pada 2025, Naik 48,5 Persen

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More

2 hours ago

Viral Penusukan Nasabah oleh Debt Collector, OJK Panggil MTF

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More

3 hours ago

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

4 hours ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

5 hours ago