Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI, Simon Imanto. (Foto: Khoirifa)
Jakarta – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan bahwa di tengah ketidakpastian global yang turut memicu gejolak pasar modal Indonesia pada awal tahun 2025, industri asuransi jiwa ikut terdampak, khususnya pada portofolio investasinya.
Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI, Simon Imanto, mengatakan bahwa dampak gejolak pasar tersebut tecermin pada total aset industri asuransi yang turun 0,6 persen menjadi Rp616,94 triliun per akhir Maret 2025.
Baca juga: Yuk! Menjaga Kedaulatan Sistem Pembayaran, Jangan Jadi Ayam Sayur
Sementara itu, Simon menyebut, total investasi untuk industri asuransi jiwa mencapai Rp541,00 triliun pada kuartal I-2025 atau turun 0,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp542,95 triliun.
“Selanjutnya di tengah dinamika pasar saham yang mewarnai gejolak tinggi industri asuransi jiwa, tentunya kami juga mempertahankan penempatan dananya di instrumen saham di mana berposisi kuartal I 2025 sebesar Rp119,79 triliun,” ucap Simon dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 4 Juni 2025.
Hal itu tentunya juga didukung oleh portfolio investasi industri asuransi jiwa pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang tumbuh signifikan sebesar 12,9 persen menjadi Rp214,23 triliun, di mana pada periode tahun sebelumnya senilai Rp189,82 triliun.
“Penempatan di SBN menunjukkan komitmen industri asuransi untuk berperan aktif dalam mendukung pembiayaan negara, sejalan dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menekankan aspek kehati-hatian dan keberlanjutan,” imbuhnya.
Baca juga: BI Jawab Kritik soal Pembelian SBN: Sudah Dihitung Dampaknya
Adapun penempatan instrumen investasi industri asuransi jiwa pada portofolio sukuk korporasi juga meningkat sebanyak 12,3 persen menjadi Rp51,67 triliun, dengan kontribusi sebesar 9,6 persen.
Sementara itu, untuk portofolio reksa dana dan deposito mengalami penurunan masing-masing sebanyak 10,5 persen menjadi Rp65,79 triliun dan 7,9 persen menjadi Rp36,43 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BI dan Kemenkeu sepakat lakukan debt switching SBN Rp173,4 triliun pada 2026, sesuai… Read More
Poin Penting Askrindo menandatangani MoU dengan 20 biro travel di Jateng untuk memperluas perlindungan asuransi… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS stabil pada 23 Februari 2026, masing-masing di Rp3.047.000… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,12% ke level Rp16.868 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,77% ke level 8.335,84 pada awal perdagangan Senin (23/2/2026), dengan… Read More
Poin Penting IHSG pada perdagangan 23 Februari 2026 diproyeksi bergerak variatif cenderung menguat dengan support… Read More