Kondisi rumput JIS tergenang saat menggelar pertandingan antara Brasil vs Argentina di Piala Dunia U-17 2023/istimewa
Jakarta – Masalah pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) yang menelan biaya Rp4,5 triliun itu kembali menjadi bahan pergunjingan publik.
Hal itu terjadi setelah JIS tergenang air ketika menggelar laga Piala Dunia U-17 antara Brasil vs Argentina pada Jumat (24/11/2023) malam.
Genangan air yang ada akibat hujan deras sempat membuat kick-off pertandingan harus ditunda selama 30 menit.
Tak hanya rumput, area di luar lapangan pun tergenang air. Akibatnya, banyak yang keluar stadion dengan menggulung celana akibat banjir yang melebihi semata kaki.
Baca juga: Habiskan Dana Triliunan Tapi Bermasalah, DPRD Desak Pembangunan Stadion JIS Diusut
Dalam catatan Infobanknews, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengungkap biaya pembangunan JIS mencapai Rp4,5 triliun.
Menurut Gilbert, sebagian besar anggaran untuk pembangunan JIS berasal dari pemerintah pusat.
Hal ini dikarenakan, pembangunan JIS terancam mangkrak akibat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta pada tahun 2020.
Pemerintah pusat pun turun tangan melalui pemberian Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp3,6 triliun dari total anggaran seharusnya Rp4,5 triliun.
Artinya, anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang digunakan untuk membangun JIS sekitar Rp900 miliar saja.
Bisa dibilang, pembiayaan pembangunan JIS sebesar 80 persen dari pemerintah pusat.
Adapun proses pembangunan JIS sudah berlangsung sejak era Gubernur Jokowi dan Ahok. Namun, rencana pembangunan JIS yang sudah dicanangkan sejak Gubernur DKI Jakarta masih dijabat Sutiyoso itu tonggaknya belum terlihat.
Kemudian, pengadaan lahan terjadi di era Gubernur Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai ganti Stadion Lebak Bulus.
Ahok yang kalah dalam Pilkada DKI 2017 pun akhirnya tak bisa melanjutkan pembangunan. Tongkat estafet pembangunannya diteruskan oleh Gubernur Anies Baswedan.
Baca juga: Demi Piala Dunia U-17 2023, JIS Warisan Anies Siap Diguyur Rp80 M untuk Direnovasi
Ketika ditunjuk sebagai venue Piala Dunia U-17 2023, JIS rupanya masih memiliki beberapa catatan yang tak memenuhi standar minimal FIFA. Alhasil, stadion tersebut harus diperbaiki atau direnovasi.
Masalah utama yang menjadi perhatian adalah akses dan parkir penonton. Pasalnya, banyak penonton yang mengalami kesulitan untuk pulang dari JIS usai konser musik musisi Tanah Air beberapa waktu lalu.
Pemerintah pusat pun kembali turun tangan dalam mengatasi hal ini. Untuk renovasi JIS, pemerintah mengelontorkan budget Rp80 miliar. Dana tersebut mayoritas untuk memperbaiki akses menuju JIS.
Beberapa instansi akan bekerja sama untuk memperbaikinya, yakni Kementerian PUPR membantu untuk membangun akses di sekitar JIS serta Pemprov DKI memperbaiki dalam stadion.
Setelah akses, muncul masalah baru, yakni kualitas rumput. Rumput di JIS dinilai tak standar FIFA. Pemerintah pusat pun ambil langkah cepat untuk merenovasi rumput JIS.
Dalam hal ini, Kementerian PUPR berperan dalam merenovasi rumput JIS. Nlainya pun mencapai ditaksi mencapai Rp6 miliar.
Setelah melewati berbagai persiapan, akhirnya FIFA melakukan pengecekan akhir JIS untuk Piala Dunia U-17 pada 24 dan 25 Oktober. Meski begitu, tidak ada pernyataan yang disampaikan PSSI terkait hasil pengecekan FIFA.
Hingga pada 11 November, JIS akhirnya menggelar laga perdana untuk Piala Dunia U-17. (*)
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group JANGAN besar pasak daripada tiang. Mari… Read More
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More