News Update

Intip Profil PT Wanatiara Persada, Perusahaan Nikel yang Terseret OTT KPK

Poin Penting

  • PT Wanatiara Persada terseret OTT KPK terkait dugaan suap pajak Rp4 miliar untuk menurunkan kewajiban PBB 2023; lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
  • Perusahaan PMA sektor nikel ini bermitra dengan Jinchuan Group (China) dan bergerak di pertambangan serta pengolahan feronikel dengan fasilitas smelter di Pulau Obi.
  • Memiliki smelter RKEF dan infrastruktur terintegrasi, termasuk PLTU sendiri, pelabuhan, dan fasilitas pendukung untuk menciptakan nilai tambah bijih nikel.

Jakarta – Nama PT Wanatiara Persada tengah menjadi sorotan publik setelah perusahaan ini terseret kasus dugaan suap pembayaran pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara.

Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan bijih nikel ini diduga terlibat dalam pemberian suap senilai Rp4 miliar kepada oknum pejabat pajak. Suap itu diduga untuk menurunkan nilai kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk periode pajak 2023.

Kasus tersebut terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 9–10 Januari 2026, dengan delapan orang diamankan.

Pada 11 Januari 2026, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni Kepala KPP Madya Jakarta Utara Dwi Budi (DWB), Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi Agus Syaifudin (AGS), Tim Penilai Askob Bahtiar (ASB), konsultan pajak Abdul Kadim Sahbudin (ABD), dan staf PT Wanatiara Persada Edy Yulianto (EY).

Profil PT Wanatiara Persada

Dinukil laman resmi perusahaan, PT. Wanatiara Persada merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang bergerak di bidang pertambangan, pengolahan, dan pemurnian bijih nikel.

Perusahaan ini terbentuk melalui kemitraan strategis dengan Jinchuan Group Co.,Ltd, yakni salah satu pemain raksasa di industri nikel asal China.

Baca juga: Intip Kekayaan Kepala Kantor Pajak Jakut Dwi Budi Iswahyu yang Kena OTT KPK

Berdasarkan visinya, PT. Wanatiara Persada menargetkan diri menjadi produsen feronikel berskala global sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.

Adapun misinya meliputi operasional yang efisien dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja serta perlindungan lingkungan.

Selain itu, perusahaan juga berkomitmen meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan pegawai, membangun budaya organisasi yang beretika, dan melaksanakan tanggung jawab sosial bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

Kantor pusat PT Wanatiara Persada berlokasi di Jakarta Utara, sementara kegiatan operasional utama berada di Haul Sagu dan Malamala, Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Teknologi Pengolahan Nikel

Dalam industri pertambangan, pengolahan bijih nikel menjadi feronikel merupakan bagian dari upaya penciptaan nilai tambah (value added creating).

Baca juga: Kasus Pajak PT Wanatiara Persada Terbongkar, KPK Sebut Negara Rugi Rp59 Miliar

Proses ini dilakukan melalui smelter berteknologi Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF), yang dikenal sebagai teknologi pengolahan nikel yang telah terbukti efektif dan relatif ramah lingkungan.

Nilai tambah diperoleh karena produk feronikel memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan bijih mentah. Semakin besar selisih antara harga jual produk dan total biaya produksi, semakin tinggi pula nilai tambah yang dihasilkan.

Smelter

Smelter PT Wanatiara Persada memiliki kapasitas 4 x 33 MVA, dengan kebutuhan bijih nikel saprolit sekitar 2.250.000 WM. Perusahaan ini juga didukung pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik sendiri dengan kapasitas 3 x 50 MW.

Selain itu, operasional smelter diperkuat berbagai infrastruktur pendukung, antara lain pelabuhan (jetty) berkapasitas 10.000 DWT, jaringan jalan penghubung, sistem pipa dan penampungan air bersih, laboratorium, tangki bahan bakar, fasilitas telekomunikasi, jaringan listrik tegangan menengah, perkantoran, pergudangan, pabrik oksigen, kompresor, mes karyawan, hingga sarana olahraga. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Dirut BTN Nixon LP Napitupulu Dinobatkan sebagai Bankers of The Year 2025

Poin Penting Dirut BTN Nixon LP Napitupulu dinobatkan sebagai Bankers of The Year 2025 oleh… Read More

2 hours ago

Ramai Spin Off, Ini Kinerja Bank Umum Syariah Sepanjang 2025

Poin Penting Spin off UUS menjadi BUS merupakan kewajiban sesuai POJK No. 12/2023 bagi UUS… Read More

2 hours ago

IHSG Diproyeksi Tembus 9.800 pada 2026, DBS Beberkan Pendorongnya

Poin Penting Peningkatan belanja pemerintah, khususnya untuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), dinilai… Read More

3 hours ago

Harga Bitcoin Stagnan di Level USD90.000, Pasar Tunggu Rilis Data Inflasi AS

Poin Penting Dalam 24 jam terakhir, BTC naik 0,70 persen ke level USD91.280 dengan dominasi… Read More

3 hours ago

Pemerintah Tarik Utang Rp736,3 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting Pemerintah menarik utang Rp736,3 triliun hingga Desember 2025, setara 94,9 persen dari target… Read More

3 hours ago

IHSG Ditutup Berbalik Melemah ke Posisi 8.884, Ini Pemicunya

Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,58% ke level 8.884, dipicu aksi ambil untung setelah menyentuh… Read More

3 hours ago