Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, lembaga antirasuah tersebut menggelar OTT di wilayah Pekanbaru, Riau. Sejumlah orang ditangkap dalam OTT tersebut, salah satunya adalah Pj Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa.
Dijelaskan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap para pihak yang terjaring operasi tangkap tangan tersebut. Penyidik KPK akan segera mengumumkan status para pihak yang terjaring operasi tersebut dalam waktu 24 jam.
“Tim KPK masih melakukan proses pemeriksaan selama 1×24 jam,” ujar Ghufron dikutip Antara, 3 Desember 2024.
Baca juga: Intip Kekayaan Lucky Hakim yang Deklarasi Kemenangan Pilkada Indramayu 2024
Terlepas dari kasus OTT tersebut, Infobanknews coba mengulik sisi lain Risnandar Mahiwa, yakni sumber kekayaannya. Mengutip Laporan Harga Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), 3 Desember 2024, Risnandar tercatat memiliki kekayaan Rp1,90 miliar, yang dilaporkan pada tahun: 18 Maret 2024/periodik 2023.
Jika rinci, pria lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) 2006 ini, memiliki harta yang berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp830 juta. Aset tersebut terletak di Jakarta Pusat, dan merupakan hasil sendiri.
Kemudian, Risnandar juga tercatat memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp255 juta. Rinciannya, motor Royal Enfield Bullet Classic 500 tahun 2019 hasil sendiri senilai Rp70 juta. Lalu, mobil BMW tahun 2011 hasil sendiri Rp160 juta. Selanjutnya, ada sepeda Bromptom tahun 2018 hasil sendiri senilai Rp25 juta.
Baca juga: Segini Kekayaan Pramono-Rano yang Menang Versi Quick Count Pilkada 2024
Masih dalam LKHPN, Risnadar memiliki harga bergerak lainnya sebesar Rp5 juta dan kas dan setara kas Rp520 juta dan harta lainnya Rp340 juta.
Risnandar juga tercatat memiliki utang Rp40,16 juta. Alhasil, jika ditotal kekayaan dari Pj Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa sebesar Rp1,90 miliar. (*)
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More