Jenderal TNI (Purn.) H. Muhammad Andika Perkasa bakal bertarung dengan Komjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi pada Pilkada Jawa Tengah 2024.
Jakarta – Andika Perkasa dan Ahmad Luthfi tengah memperebutkan kursi nomor satu di Jawa Tengah. Keduanya, dinilai sebagai ‘petarung’ yang seimbang dalam Pilkada Jawa Tengah.
Bahkan, Pilkada Jawa Tengah sebagai perang bintang. Musababnya, kedua cagub ini sama-sama memiliki jabatan mentereng berpangkat ‘bintang’ di pundaknya.
Andika sendiri merupakan mantan Panglima TNI periode 2021-2022. Sementara Ahmad Luthfi sempat menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah.
Baca juga : Duet Ridwan Kamil-Suswono di Pilgub DKI Jakarta, Harta Kekayaannya Tembus Segini
Sama-sama orang penting di institusinya, lantas bagaimana dengan harta kekayaan keduanya? siapa yang paling tajir?
Dilansir laman Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), Andika memiliki total kekayaan Rp198,15 miliar. Tak heran, ia digadang sebagai calon gubernur Jawa Tengah terkaya.
Dalam laporan kekayaan per 24 Agustus 2024, ia memiliki aset tanah dan bangunan Rp38,92 miliar, tersebar di Jakarta, Sleman, Surabaya, Jawa Barat dan Bali. Selain itu, Andika juga memiliki empat properti di Amerika Serikat dan Australia.
Baca juga : Profil dan Harta Kekayaan Teguh Setyabudi, PJ Gubernur Jakarta Pengganti Heru Budi
Ia juga memiliki aset kendaraan berupa mobil Mercedez Benz Sprinter keluaran 2018 senilai Rp1,5 miliar. Ada juga harta bergerak lainnya Rp15,1 miliar, surat berharga Rp1,17 miliar, kas dan setara kas Rp142,35 miliar dan utang sebesar Rp900 juta.
Jika dibandingkan dengan Andika Perkasa, harta yang dimiliki oleh Ahmad Luthfi terbilang kecil. Ia melaporkan harta kekayaannya pada 20 Maret 2024, ketika menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah.
Berdasarkan laporan laman LHKPN, ia memiliki kekayaan sebesar Rp10,27 miliar atau Rp10.268.497.662 mencakup tanah, bangunan, kendaraan, dan simpanan kas.
Rinciannya, tanah dan bangunan senilai Rp6,3 miliar, tersebar di Surakarta dan Sukoharjo hasil sendiri.
Ada juga alat dan transportasi senilai Rp935 juta. Di antaranya, terdiri dari mobil Toyota Jeep 1982 senilai Rp100 juta, mobil Honda CRV 2010 senilai Rp200 juta, mobil Toyota Hartop 1984 senilai Rp250 juta.
Selain itu, dirinya juga memiliki aset berupa kas dan setara kas senilai Rp3.033.497.662. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More