News Update

Intip 3 Perusahaan Peserta Tender WtE Danantara, Berikut Profilnya

Poin Penting

  • Tender program Waste-to-Energy (WtE) Danantara diikuti 24 perusahaan global; tahap awal difokuskan di Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta.
  • Tiga peserta utama berasal dari Prancis (Veolia), Tiongkok (China Conch), dan Jepang (Mitsubishi), dengan rekam jejak proyek WtE global.
  • Proyek diharapkan mendorong transfer teknologi ke Indonesia dan mendukung pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Jakarta – Program Waste-to-Energy (WtE) kini telah memasuki fase tender dengan 24 peserta perusahaan internasional berpengalaman. Para peserta diwajibkan membentuk konsorsium untuk mengikuti proses seleksi.

Lead of Waste-to-Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman, menjelaskan konsorsium yang nantinya dibentuk oleh peserta tender ini diharapkan bisa memberikan transfer teknologi kepada perusahaan lokal atau pemerintah daerah (pemda).

Untuk tahap pertama, Danantara Indonesia memfokuskan pengembangan program WtE di empat kota, yakni Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta. 

“Tender ini menunjukkan dalam menjalankan prosesnya Danantara selalu memastikan adanya tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang transparan dan berbasis mitigasi risiko,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Selasa, 17 Februari 2026.

Dari 24 peserta tender, tiga perusahaan berasal dari Prancis, Tiongkok, dan Jepang. Berikut profil singkat dan rekam jejak global masing-masing.

1. Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd (Prancis)

Berdiri di Singapura pada 13 Desember 1997, Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd merupakan perusahaan berbentuk Private Company Limited by Shares atau Perusahaan Terbatas. Perusahaan ini tergabung di dalam grup multinasional Veolia asal Prancis yang bergerak di bidang pengelolaan air, limbah, dan energi. Dalam skala global, mereka hadir di 50 negara dengan jutaan pelanggan di seluruh dunia. 

Baca juga: Purbaya Berencana Ambil Alih PNM dari Danantara, Bos BRI Bilang Begini

Di Indonesia, perusahaan ini hadir melalui entitas bisnis bernama PT Veolia Services Indonesia. Perusahaan ini mendirikan pabrik daur ulang Polyethylene Terephthalate (PET) berkapasitas 25.000 ton per tahun di Kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Pabrik ini memproduksi PET food grade yang sudah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Lewat kerja sama yang dilakukan dengan PT Tirta Investama (Danone-AQUA), PT Veolia Services Indonesia menangani solusi untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia.

Keduanya membentuk pabrik daur ulang botol plastik PET pada akhir Juni 2021. Pabrik ini diresmikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama CEO Veolia Southeast Asia Sven Beraud-Sudreau an Presiden Direktur Danone-AQUA Connie Ang.

2. China Conch Venture Holding Limited (Tiongkok)

China Conch Venture Holding Limited adalah perusahaan yang berasal dari Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok. Berdiri sejak 2013, perusahaan berfokus pada pelestarian energi, perlindungan lingkungan, dan pembangunan infrastruktur. 

Perusahaan ini sudah terdaftar di Bursa Efek Hong Kong dengan kode saham 0586, dan berafiliasi cukup erat dengan Grup Anhui Conch Group Co., Ltd., salah satu grup usaha ternama di Tiongkok dalam industri material seperti bahan bangunan, semen, dan konstruksi. 

Ada 5 bidang usaha utama yang digeluti perusahaan ini, yakni: 1) Waste-to-Energy (WtE) atau proyek limbah energi, 2) jasa logistik pelabuhan (port logistics services), 3) material bangunan baru (new building materials), 4) energi baru, dan 5) bidang investasi dan aset strategis.

Baca juga: Prabowo Targetkan RoA Danantara 7 Persen, Begini Respons Bos Himbara

China Conch Venture Holding Limited menjadikan bisnis WtE sebagai segmen utama. Termasuk solusi insinerasi limbah atau pembakaran limbah untuk mengubahnya menjadi energi, pengolahan limbah padat untuk menghasilkan energi panas dan listrik, dan produksi dan penjualan peralatan pembangki energi sisa panas. 

China Conch Venture Holding Limited diketahui pernah menjalin kerja sama dengan perusahaan di Indonesia. Salah satunya dengan PT Conch South Kalimantan Cement (PT CSKC), perusahaan yang juga bernaung di bawah Anhui Conch Group Co., Ltd. PT CSKC pernah mendapatkan anugerah sebagai ‘Wajib Pajak Besar’ dan memiliki kegiatan yang melibatkan masyarakat lokal dan pemerintah di Kalimantan Selatan.

3. Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering (Jepang)

Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering (MHIECE) adalah pemain lama dalam proyek lingkungan dan energi bersih di dunia. Jejak anak perusahaan ini sudah dikenal di Singapura untuk program Waste-to-Energy (WtE), yakni di Tuas South.

Proyek senilai 750 juta dolar Singapura yang dikenal dengan TuasOne Waste-to-Energy Plant Project ini adalah salah satu contoh bagi sejumlah tempat yang memulai program pengolahan sampah menjadi energi, termasuk Indonesia. 

Di Tiongkok, MHIECE mengembangkan proyek Lao Gang fase kedua di Shanghai yang merupakan salah satu proyek WtE terbesar di dunia senilai 11 miliar yen. Di Shanghai, MHIECE mengolah 6000 ton sampah setiap hari untuk 144 megawatt listrik.

Di Jepang, perusahaan ini menandatangani kontrak baru pada 2025 untuk peningkatan efisiensi energi listrik di pusat insinerasi limbah padat di kota kelahirannya, Kanazawa, dan Miyazaki. Di Kanazawa energi listrik yang dihasilkan dari sampah sebesar tiga MegaWatt dari 250 ton sampah per hari. 

Sementara, Indonesia sudah menggunakan mesin pengolah sampah produk MHIECE berkapasitas 100 ton sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sejak 2019 bersama dengan PLN Nusantara Power. Energi listrik yang dihasilkan adalah 750 kilowatt per jam untuk penerangan di sekitar tempat pembuangan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

BTN Salurkan 5,97 Juta Kredit Perumahan Rp555 Triliun, Mayoritas untuk MBR

Poin Penting BTN telah menyalurkan 5,97 juta unit kredit perumahan senilai Rp555,11 triliun selama 76… Read More

1 hour ago

Bank Muamalat Ajak Nasabah Berinvestasi Sekaligus Beramal

Poin Penting PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan PT Insight Investments Management meluncurkan Reksa Dana… Read More

9 hours ago

Awal 2026, BTN Pimpin Realisasi Penyaluran KPR Sejahtera FLPP

Poin Penting Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat mencatat penyaluran FLPP Januari 2026 sebanyak 7.312 unit… Read More

12 hours ago

BPR NBP Group Gelar Gebyar Undian Tabungan PUNDI, Hadiah 2 Mobil-99 Motor untuk Nasabah

Poin Penting BPR NBP Group menggelar Gebyar Undian Tabungan PUNDI di Jonggol dengan hadiah 2… Read More

23 hours ago

Cara Bank Raya Dukung Akselerasi Ekonomi Digital di Indonesia

Poin Penting Bank Raya mendorong akselerasi ekonomi digital melalui pendampingan delapan klaster unggulan dan lebih… Read More

24 hours ago

Sambut Imlek 2577, Ini Bisnis Cuan di Tahun Kuda Api Versi Pakar Feng Shui

Poin Penting Tahun Kuda Api membawa energi besar yang membuka peluang cuan sekaligus meningkatkan risiko… Read More

24 hours ago