News Update

Intermediasi Perbankan Melambat, BI Tak Akan Dorong Lewat Bunga Acuan

Jakarta – Meski transmisi pelonggaran kebijakan moneter melalui jalur suku bunga masih berlangsung, namun intermediasi perbankan per Februari 2018 berjalan melambat, tercermin dari penurunan bunga kredit bank yang hanya 5 bps menjadi 11,27 persen.

Sementara untuk bunga Kredit Modal Kerja (KMK) hanya turun 3 bps menjadi 11,78 persen, dan Kredit Konsumsi turun 8 bps menjadi 14,5 persen. Bank Indonesia (BI) diperkirakan tidak akan merubah besaran suku bunga acuan di untuk mendorong intermediasi perbankan.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira Adhinegara dalam risetnya, di Jakarta, Kamis, 19 April 2018 mengatakan, BI akan menggunakan cara lain untuk pacu intermediasi perbankan khususnya dengan pengendalian inflasi dan koordinasi dengan OJK.

Baca juga: Bunga Acuan Diprediksi Tetap, Ini Faktor Yang Harus Diperhatikan BI

“Koordinasi dengan OJK untuk efisiensi operasional perbankan agar bunga kredit bisa turun. BI diperkirakan tidak akan utak atik bunga acuan sepanjang tahun 2018 ini,” ucapnya.

Menurut BI, transmisi melalui jalur kredit masih belum optimal sejalan dengan permintaan kredit yang belum tinggi dan perilaku bank yang masih selektif dalam memberikan kredit baru. Padahal, sejak awal periode pelonggaran kebijakan moneter hingga Januari 2018, BI sudah menurunkan suku bunga acuannya sebanyak 200 bps.

Selain faktor permintaan kredit yang belum kuat, rendahnya pertumbuhan tersebut juga sesuai dengan pola intermediasi tahunan yang cenderung turun di awal tahun. Di tengah pemintaan kredit yang belum kuat, pembiayaan ekonomi melalui pasar modal, seperti penerbitan saham (IPO dan rights issue), obligasi korporasi, dan medium term notes (MTN) justru mengalami peningkatan. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

6 mins ago

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

50 mins ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

1 hour ago

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

2 hours ago

Pikap India Mulai Didistribusikan ke Kopdes Merah Putih, Disaksikan Wakil Panglima TNI

Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More

2 hours ago