Ekonomi dan Bisnis

Integrasikan Transportasi, MRT dan KAI Bikin Perusahaan Patungan

Jakarta  – PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) menandatangani perjanjian kerjasama pendirian perusahaan patungan (joint venture). Perusahaan patungan bernama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek dan akan mengelola 72 stasiun di Jabodetabek. Sebesar 51% sahamnya dimiliki oleh Pemprov DKI lewat PT MRT Jakarta, dan 49% dimiliki PT KAI.

Penandatanganan kerja sama dilakukan di Kementerian BUMN, Jum’at (10/1). Pendantangan tersebut dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti, dan Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur/SMI (Persero) Edwin Syahruzad.

“Ini menandai lahirnya sebuah perusahaan yang akan menjadi kendaraan dalam mengintegrasikan transportasi umum di Jabodetabek. Kami ingin transportasi umum kelas dunia. Ada 72 stasiun dibawah kendalinya, rutenya terintegrasi, pengelolahnya terintegrasi, tiketnya juga terintegrasi. Dan nanti akan diintegrasikan dengan kebutuhan lainnya,” terang Anies dalam sambutannya.

Sebagai pilot project, ada empat stasiun yang akan segera dibenahi dan diintegrasikan, yakni Stasiun Tanah Abang, Stasiun Djuanda, Stasiun Senen, dan Stasiun Sudirman. Di stasiun-stasiun tersebut, kebutuhan seluruh stakeholders akan diakomodasi. Integrasi ini juga digagas untuk memecahkan persoalan di sekitar stasiun, seperti lalu lintas yang semerawut.

“Nantinya didesain untuk mengakomodir semua kebutuhan stakeholder, baik pejalan kaki, taksi, hingga ojek online. Jadi stasiunnya akan rapi, lalu lintasnya juga lancar. Selama ini kan pengelolanya beda-beda, sekarang kendalinya terintegrasi,” ucap Anies.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, dengan adanya integrasi, kendala kewenangan yang selama ini menjadi persoalan dalam mengelolah transportasi di Jabodetabek bisa teratasi. “Tinggal bagaimana kita menyediakan moda transportasi yang nyaman dan tarif tetap terjangkau agar masyarakat mau menggunakan transportasi massal,” imbuhnya. (*) Ari Astriawan

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Serahkan 3 Tersangka Dugaan Tindak Pidana di BPR Panca Dana ke Kejaksaan

Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More

40 mins ago

BSI Tabungan Umrah Jadi Solusi Alternatif Menunggu Haji

Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More

2 hours ago

Bos OJK: Banyak Pejabat Internal Ikut Seleksi Dewan Komisioner

Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More

2 hours ago

ShopeePay Unggul di Peta Persaingan Dompet Digital 2026 Versi Ipsos

Poin Penting ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91… Read More

2 hours ago

Purbaya Perpanjang Penempatan Dana di Bank Rp200 Triliun hingga September 2026

Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank BUMN hingga… Read More

3 hours ago

Allianz Life dan HSBC Indonesia Hadirkan Fund Global Berdenominasi Dolar AS

Poin Penting Allianz Life Indonesia, HSBC Indonesia, dan AllianzGI Indonesia meluncurkan Smartwealth Dollar Equity Global… Read More

4 hours ago