News Update

INTA Bukukan Pendapatan Rp724,5 Miliar

Jakarta–Sepanjang semester I 2016, PT Intraco Penta, Tbk (INTA) telah membukukan pendapatan usaha sebesar Rp724,5 miliar. Hal ini didorong oleh upaya Perseroan dalam menerapkan strategi diversifikasi usaha ke bidang infrastruktur.

Selain masuk ke dalam proyek 35.000 MW melalui entitas anak PT Tenaga Listrik Bengkulu sebagai Independent Power Producer, Entitas anak lainya yaitu PT Columbia Chrome Indonesia (CCI) telah berhasil meraih kontrak manufaktur untuk proyek-proyek infrastruktur sejak beberapa bulan terakhir.

Kesuksesan strategi diversifikasi usaha yang dilakukan perseroan tercermin dari kinerja semester pertama 2016 (unaudited) yang dipublikasikan pada akhir Juli ini. Kontribusi manufaktur terkait infrastruktur meningkat dari sebelumnya di bawah 1% terhadap total Pendapatan Usaha per 30 Jun 2015,  menjadi sekitar 5% pada 30 Juni 2016.
Kontribusi terbesar masih tercatat dari penjualan alat berat dan spare part yang meningkat menjadi Rp477,9 miliar per 30 Jun 2016 dari Rp434,1 miliar setahun sebelumnya. Sementara itu, laba tahun berjalan tercatat positif sebesar Rp41,2 miliar pada akhir semester I 2016 dibanding posisi rugi tahun berjalan sebesar Rp 29,4 miliar per 30 Juni 2015.

Direktur INTA, Fred L. Manibog mengatakan akan terus berharap bahwa strategi diversifikasi ke sektor infrastruktur ini bisa terus berlanjut. Ia berharap terjadi peningkatan pendapatan dari penjualan alat berat dan pembiayaan yang selama ini menjadi tulang punggung INTA Group.

Fred menambahkan, meskipun situasi di pasar alat berat masih belum pulih seperti 5 tahun lalu namun sejalan dengan bergulirnya proyek-proyek infrastruktur serta kondisi ekonomi makro yang kondusif maka lambat laun INTA Group bisa mulai meningkatkan kinerja dengan didukung kondisi anak perusahaan yang lebih ramping dan siap tumbuh bersama dalam mencapai visi baru INTA sebagai pengembang ekonomi lokal (Local Economic Developer).

“Ke depan, kami tetap optimis bahwa dengan masuknya INTA ke sektor infrastruktur akan memberikan imbal balik yang positif atau recurring income dalam jangka menengah dan  panjang terutama dari proyek-proyek infrastruktur kelistrikan seperti pembangkit listrik swasta dan yang terkait infrastruktur lainnya.(*)

Apriyani

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

2 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

11 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

11 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

12 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

13 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

13 hours ago