News Update

Insiden Polisi Tembak Polisi, Ini Penjelasan Kapolda Sumbar

Jakarta – Kapolda Sumbar Irjen. Pol. Suharyono menjelaskan kronologis polisi tembak polisi yang melibatkan bawahannya, pada Jumat, (22/11) dini hari pukul 00.15 WIB di parkiran Polres Solok Selatan.

Menurutnya, tersangka yakni Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP. Dadang Iskandar (57) melakukan penembakan dari jarak dekat terhadap korban, AKP Ryanto Ulil Anshar yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kemudian, pada pukul 03.30 WIB tersangka menyerahkan diri ke Mapolda Sumbar.

Baca juga: Kasus Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan, Komisi III DPR Panggil Kapolda Sumbar

“Untuk peristiwa penembakan memang terjadi dan tersangka sudah di amankan dan sampai saat ini masih dalam pemeriksaan secara intensif,” ucap Kapolda dikutip Jumat, 22 November 2024.

Adapun, untuk motif pelaku saat ini masih dalam pendalaman oleh pihak penyidik. Pihaknya pun masih dalam mengumpulkan keterangan saksi maupun tersangka.

“Untuk sementara pelaku tunggal, namun masih dalam pendalaman, untuk tembakan memang benar terjadi, diperkirakan dari hasil visum dokter 2 kali di bagian pelipis dan pipi menembus bagian tengkuk, diduga jaraknya dekat,” jelasnya.

Kapolda menegaskan untuk tindakan hukum terhadap pelaku akan dilakukan dengan tegas dalam minggu ini akan diupayakan Proses (Pemecetan tidak dengan Hormat PTDH)

Sementara, sudah 5 saksi yang diperiksa dalam kasus ini dan barang bukti sudah diamankan.

“Untuk barang bukti sudah dikumpulkan barang bukti yang diamakan yakni mobil, senjata api dinas, magazen berisi 15 peluru sudah digunakan 9 peluru, yaitu dua diduga ditembakan kepada korban, untuk yang tujuh sedang didalami,” bebernya.

Baca juga: Begini Kronologis Debt Collector Tembak Nasabah Pakai Air Soft Gun di Karanganyar

Sedangkan untuk jenazah AKP Ryanto Ulil Anshar akan diserahkan kepada keluarga ke kampung halamannya di Makassar berdasarkan permintaan dari orang tua korban.

Kapolda berharap ini tidak terjadi lagi dan ini menjadi yang terakhir. Ke depannya pihaknya akan lebih optimal dalam pengawasan kepada jajaran anggota. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

2 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

3 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

3 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

4 hours ago

Cinema XXI (CNMA) Tebar Dividen Jumbo Rp980 Miliar, Ini Jadwal Pembayarannya

Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More

4 hours ago