Moneter dan Fiskal

Insentif PPN DTP Properti Tetap 100 Persen di 2026, Ini Penjelasan Airlangga

Jakarta – Pemerintah memutuskan memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian rumah tapak dan satuan rumah susun pada 2026.

“DTP properti tadi disetujui oleh Kementerian Perumahan dan Pak Menteri Keuangan. PPN ditanggung pemerintah ini diberlakukan 2026 juga ini dilanjutkan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di kantornya, Jakarta, Senin, 22 September 2025.

Baca juga: Insentif PPN DTP Properti 100 Persen Diperpanjang hingga Akhir 2025

Airlangga menjelaskan, kebijakan tersebut berlaku untuk pembelian rumah hingga Rp2 miliar, dengan batas harga jual maksimal Rp5 miliar.

“PPN DTP tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk perbelian rumah sampai Rp5 miliar. Maka Rp2 miliarnya ditanggung pemerintah sisanya ditanggung oleh pembeli,” jelas Airlangga.

Baca juga: Colliers Usul Insentif PPN DPT Bisa Digunakan Untuk Properti Inden

Sebelumnya, pemerintah telah memperpanjang insentif PPN DTP properti sebesar 100 persen hingga akhir 2025. Perpanjangan pada 2026 ini dinilai sebagai langkah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

“Kemudian juga terkait dengan fasilitas PPN DTP untuk properti yang seharusnya semester II 2025 itu 50 persen, tadi disepakati untuk tetap 100 persen,” tambah Airlangga. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

8 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

10 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

10 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

11 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

11 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

11 hours ago