Poin Penting:
- Pemerintah akan mengaitkan insentif kendaraan listrik dengan pengembangan mobil dan motor nasional.
- Target insentif mencakup 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu sepeda motor listrik pada 2026.
- Penjualan mobil listrik kuartal I-2026 naik 95,9 persen menjadi 33.150 unit.
Jakarta – Pemerintah memastikan arah insentif kendaraan listrik tidak hanya untuk mendongkrak penjualan jangka pendek. Skema tersebut akan dikaitkan dengan program pengembangan mobil dan motor listrik nasional agar industri dalam negeri semakin kuat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah masih menyiapkan desain kebijakan tersebut. Fokusnya bukan sekadar memberi subsidi pembelian, melainkan memperkuat rantai industri dari hulu hingga hilir.
Pemerintah juga belum mengumumkan keputusan final mengenai bentuk insentif maupun waktu pelaksanaannya. Kajian masih berlangsung untuk memastikan kebijakan sejalan dengan strategi pengembangan industri nasional.
Baca juga: Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Siap Diresmikan Akhir Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Diarahkan ke Program nasional
Airlangga menegaskan insentif akan dikaitkan dengan pengembangan produk nasional. Pemerintah ingin kebijakan tersebut memberi dampak lebih luas bagi industri domestik.
“Itu nanti kita lihat dikaitkan dengan mobil nasional, atau motor nasional,” kata Airlangga di Jakarta, Senin.
Pernyataan itu menunjukkan pemerintah mulai menghubungkan dukungan fiskal dengan agenda industrialisasi. Dengan pendekatan ini, insentif diharapkan mendorong produksi lokal dan memperbesar kandungan dalam negeri.
Skema kendaraan listrik yang sedang dikaji juga diarahkan memperkuat ekosistem industri nasional. Pemerintah ingin pertumbuhan pasar berjalan beriringan dengan pengembangan kapasitas manufaktur domestik.
Target 100 ribu mobil dan motor listrik
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan insentif baru. Targetnya mencakup 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu sepeda motor listrik pada tahun ini.
Untuk sepeda motor listrik, nilai insentif diperkirakan Rp5 juta per unit. Besaran subsidi mobil listrik masih belum diumumkan pemerintah.
Rencana tersebut menunjukkan dukungan fiskal terhadap kendaraan listrik tetap menjadi agenda penting pemerintah. Namun, implementasinya masih menunggu keputusan resmi setelah proses kajian selesai.
Baca juga: Independensi BI Tinggal Kenangan: Mengapa Gubernur BI Mendadak Mundur?
Penjualan Kendaraan Listrik Melonjak
Di tengah pembahasan insentif, pasar kendaraan listrik menunjukkan pertumbuhan kuat. Data Gaikindo mencatat penjualan mobil listrik berbasis baterai mencapai 33.150 unit pada kuartal I-2026.
Angka itu meningkat 95,9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut mencerminkan permintaan pasar yang terus bertumbuh.
Sementara itu, populasi sepeda motor listrik pada Februari 2026 mencapai 236.451 unit. Jumlah tersebut setara sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.
Pertumbuhan pasar memberi ruang lebih besar bagi pemerintah mengaitkan insentif dengan penguatan industri domestik. Jika terealisasi, kebijakan ini dapat menjadi langkah penting mempercepat pengembangan kendaraan listrik sekaligus program mobil nasional di Indonesia. (*)
Editor: Galih Pratama


