Otomotif

Insentif Impor Mobil Listrik CBU Disetop 2026, Ini Prediksi Harga Jualnya

Poin Penting

  • Pemerintah hentikan insentif impor Completely Built Up (CBU) mobil listrik mulai Januari 2026.
  • Mayoritas mobil listrik di Indonesia sudah CKD, sehingga kenaikan harga diperkirakan tipis atau tidak signifikan.
  • Enam perusahaan mobil listrik berkomitmen tanam Rp15,52 triliun untuk produksi domestik hingga 305 ribu unit.

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan tidak akan memperpanjang insentif impor Completely Built Up (CBU) untuk mobil listrik yang dijual di pasar domestik Indonesia mulai tahun 2026.

Segala insentif impor, termasuk insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 0 persen, akan dicabut mulai tahun depan. Kebijakan ini dilakukan untuk memaksa para produsen mobil listrik asing untuk membangun pabrik perakitan dan merakit produknya di dalam negeri, guna semakin memperluas implementasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN), yang di dalamnya mencakup unsur tenaga kerja dan biaya overhead.

Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran atas melonjaknya harga jual mobil listrik di Indonesia. Menyikapi hal ini, Research Associate ID Comm, Claudius Surya menilai jika dampak dari adanya kebijakan tersebut tidak akan signifikan terhadap penjualan mobil listrik di Indonesia.

Ini karena, sebagian besar mobil listrik yang dijual di Indonesia sudah menerapkan konsep completely knocked down (CKD), yang mana perangkat-perangkat mobil diimpor ke Indonesia untuk kemudian dirakit menjadi utuh di Indonesia.

“Karena saat ini sekitar 80-90 persen mobil (listrik) yang dijual di Indonesia, itu semua sudah CKD. Jadi, seharusnya efeknya tidak terlalu banyak. Tapi, narasinya mungkin membuat kebanyakan orang khawatir ya,” sebut Claudius saat konferensi pers peluncuran riset ID Comm bertajuk “Menuju Era Mobil Listrik: Sejauh Mana Indonesia Siap” di Jakarta, Kamis, 11 Desember 2025.

Baca juga: Riset ID Comm: Mobil Listrik Masih Jadi “Mainan” Kelas Menengah Atas

Kalau pun terjadi lonjakan kenaikan harga jual, ia menambahkan bahwa hal itu hanya akan menimpa brand-brand mobil listrik impor CBU.

“Tapi, kalau untuk sebagian besar, sudah dirakit di sini, seharusnya harganya akan tetap. Atau, ya paling naik tipis-tipis. Tidak begitu pengaruh harusnya,” tekan Claudius.

Perusahaan Mobil Listrik dan Komitmen Investasi

Sebagai informasi, enam perusahaan mobil listrik yang tercatat sebagai penerima manfaat insentif selama ini, yakni PT National Assemblers (Citroen, AION, dan Maxus), PT BYD Auto Indonesia, PT Geely Motor Indonesia, PT VinFast Automobile Indonesia, PT Era Industri Otomotif (Xpeng), dan PT Inchcape Indomobil Energi Baru (GWM Ora).

Baca juga: BMW Kuasai 64 Persen Pasar Mobil Listrik Premium di Indonesia pada 2025

Keenam perusahaan tersebut berkomitmen menanamkan investasi Rp15,52 triliun di Indonesia dengan kapasitas produksi hingga 305 ribu unit. Kemenperin mendorong agar rencana produksi domestik ini segera direalisasikan. (*) Steven Widjaja

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Pertamina Lubricants Perkuat Layanan Mudik Lewat Program RAFI 2026

Poin Penting PT Pertamina Lubricants meluncurkan RAFI 2026 dengan promo ganti oli, bengkel siaga, dan… Read More

48 mins ago

Perkuat Peran Sosial, Askrindo Salurkan Santunan Rp550 Juta untuk Anak Yatim

Poin Penting PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menggelar Safari Ramadan 1447 H di 11 kota… Read More

1 hour ago

Bisnis Oli Makin Kencang, Pertamina Lubricants Dominasi Pangsa Pasar 37 Persen

Poin Penting Pangsa pasar oli Indonesia tumbuh rata-rata 2,5% per tahun, didorong oleh meningkatnya jumlah… Read More

6 hours ago

Prasasti: Konflik AS-Iran jadi Momentum Investor Borong Aset Keuangan

Poin Penting Konflik AS-Iran memunculkan volatilitas, yang sebagian investor lihat sebagai momentum untuk membeli aset… Read More

6 hours ago

Salurkan Pembiayaan Perumahan RP20,88 T di 2025, Laba SMF Tembus Rp565 M

Poin Penting SMF menyalurkan pembiayaan Rp20,88 triliun sepanjang 2025, naik 22,75%, dengan laba Rp565 miliar… Read More

7 hours ago

Naik 18 Persen, Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Tembus Rp43,2 Triliun di 2025

Poin Penting Adira Finance catat pembiayaan baru Rp43,2 triliun, naik 18% di 2025. Laba bersih… Read More

7 hours ago