Nasional

Inovasi Sosial dan Lingkungan Pertamina Hulu Jawa Berbuah PROPER Hijau 2025

Poin Penting

  • Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa menjalankan berbagai program inovasi sosial dan lingkungan berbasis masyarakat di wilayah operasi.
  • Program mencakup pemberdayaan ekonomi, pertanian ramah lingkungan, energi terbarukan, hingga konservasi pesisir.
  • Inisiatif tersebut mengantarkan unit usaha meraih PROPER Hijau 2025 sebagai pengakuan atas pengelolaan lingkungan beyond compliance.

Jakarta – Berbagai program inovasi sosial dan lingkungan berbasis masyarakat yang dijalankan Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa menjadi fondasi pengelolaan lingkungan berkelanjutan di wilayah operasinya.

Program-program tersebut mencakup pemberdayaan ekonomi, perlindungan sosial, hingga penerapan teknologi ramah lingkungan di berbagai daerah operasi. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada aspek ekologis, tetapi juga mendorong dampak sosial yang berkelanjutan.

Sejumlah unit usaha seperti PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), Pertamina EP Subang Field, Pertamina EP Tambun Field, dan Pertamina EP Jatibarang Field menjadi pelaksana utama berbagai inisiatif tersebut.

Pendekatan berbasis inovasi ini kemudian mengantarkan unit-unit tersebut meraih kategori Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Baca juga: NGObrol Penuh Insiprasi (NGOPI) bareng Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero)

Penghargaan tersebut diumumkan di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (7/4), sebagai pengakuan atas kinerja pengelolaan lingkungan yang melampaui kepatuhan (beyond compliance)

Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Lokal

Di Karawang, Pertamina EP Tambun Field menjalankan program Cemerlang Lestari yang berfokus pada perlindungan perempuan dan anak berbasis masyarakat. Program ini juga mengembangkan produk ramah lingkungan berbasis serat alam serta memperkuat ekonomi lokal.

Sementara itu, Pertamina EP Subang Field melalui program Purnama Subang mendorong pemberdayaan purna pekerja migran dan kelompok rentan. Program ini mengintegrasikan energi surya dalam sektor pertanian serta pengelolaan limbah berbasis komunitas di Desa Compreng, Subang.

Baca juga: Pertamina Angkat Bicara soal Kebakaran SPBE Bekasi, Pasokan LPG Dipastikan Aman

Pertanian Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan

Pertamina EP Jatibarang Field mengembangkan program Jari Tangan (Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan) yang mendorong praktik pertanian ramah lingkungan melalui penggunaan pupuk organik, agen hayati, serta energi terbarukan.

Program ini dijalankan di sejumlah wilayah di Indramayu untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan masyarakat.

Konservasi Pesisir dan Nilai Ekonomi

Di kawasan pesisir, PHE ONWJ mengembangkan program Jam Pasir (Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir) yang mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program ini mencakup penanaman mangrove untuk pengendalian abrasi, teknologi pengelolaan sedimentasi, serta pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi di Pasir Putih, Karawang.

Baca juga: Uji Produksi Perdana, Sumur Migas PHE ONWJ Hasilkan 2.635 Barel per Hari

Manager Communication, Relations & CID Pertamina EP Regional Jawa, Pinto Budi Bowo Laksono, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjalankan operasi hulu migas yang bertanggung jawab.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan yang kami lakukan tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan dan ketahanan energi nasional. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

WFH BGN Tak Berlaku untuk Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan

Poin Penting Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan skema kerja hybrid (WFH-WFO) 50% untuk unit yang… Read More

1 hour ago

Kasus Kredit Sritex-Bank DKI, Ahli: Kredit Macet Bukan Selalu Pidana

Poin Penting Zulkarnain Sitompul menegaskan kredit macet tidak otomatis menjadi tindak pidana, melainkan bagian dari… Read More

2 hours ago

Kadin Minta Dunia Usaha Perkuat Kepatuhan Seiring Berlaku KUHP Baru

Poin Penting Kadin mendorong dunia usaha meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi seiring pemberlakuan KUHP baru Perusahaan… Read More

3 hours ago

Bank Mantap dan UGM Kolaborasi, Integrasi Layanan hingga Program Persiapan Pensiun

Poin Penting PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi mengintegrasikan… Read More

4 hours ago

BTN Soroti Data Backlog Perumahan, Tanpa Basis Jelas Sulit Tepat Sasaran

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menilai data backlog perumahan masih belum akurat… Read More

4 hours ago

BTN Resmikan Ecopark Dago dan 3 Cabang Baru, Genjot Efisiensi Layanan

Poin Penting BTN meresmikan Ecopark Dago sebagai pusat pelatihan SDM berbasis konsep modern dan ramah… Read More

5 hours ago