Dubai – PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA meraih dua penghargaan internasional dari Islamic Finance News (IFN) Awards Deals of the Year 2021, yaitu “IFN Restructuring Deal of The Year 2021” dan “IFN Indonesia Deal of The Year 2021”. Kedua penghargaan ini merupakan pengakuan publik internasional atas skema inovatif asset swap dalam pengelolaan aset berkualitas rendah di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk senilai Rp10 triliun.
“Penghargaan dari IFN Awards memberikan motivasi bagi kami sebagai satu-satunya National Asset Management Company (NAMCO) di Indonesia untuk menjadi mitra terpercaya dalam pengelolaan asset berkualitas rendah (non-performing loan) perbankan. Kami mengucapkan terima kasih kepada IFN Awards Advisory Board yang telah menempatkan PPA sebagai yang terbaik di antara kandidat terbaik lainnya dari Mesir dan Malaysia,” jelas Direktur Utama PPA Yadi Jaya Ruchandi pada keterangannya, 27 Mei 2022.
Pada kesempatan yang sama, IFN menyatakan bahwa skema penyelesaian aset berkualitas rendah dengan aset produktif (asset swap) yang digunakan PPA merupakan kunci dalam upaya turnaround dan penguatan di Bank Muamalat. Pendekatan inventif ini diharapkan dapat memfasilitasi penyelesaian NPL bagi industri perbankan di Indonesia secara luas. Tidak hanya di Indonesia, solusi tersebut juga dinilai dapat membantu negara-negara berkembang lainnya yang menghadapi permasalahan yang sama.
Sebagai informasi di 2021, PPA sukses menuntaskan pengelolaan aset berkualitas rendah Bank Muamalat Indonesia senilai Rp10 triliun. Dengan adanya akuisisi aset berkualitas rendah oleh PPA, bank syariah pertama di Indonesia tersebut kembali menjadi bank yang sehat (good bank), sehingga siap untuk dikembangkan.
PPA juga membantu Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam proses menjadi pemegang saham mayoritas yang merupakan bagian dari penguatan struktur permodalan Bank Muamalat. Saat ini, BPKH menjadi pemegang mayoritas saham Bank Muamalat dengan kepemilikan 82,65%.
Yadi menjelaskan, PPA menggunakan skema asset swap berdasarkan uji tuntas yang menyeluruh dan manajemen risiko yang terukur bekerja sama dengan sejumlah konsultan independen. PPA juga bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mendapatkan pemulihan yang optimal.
“Pengelolaan NPL Perbankan PPA diharapkan dapat menjadi solusi untuk membantu kinerja perbankan serta menghadirkan pilihan asset class baru bagi para investor,” ucap Yadi.
Adapun penghargaan The 16th IFN Awards Ceremonies diselenggarakan di Conrad Dubai Hotel pada Kamis (26/5). Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari sekitar 70 institusi global. Adapun kategori IFN Deals of the Year yang diraih PPA merupakan penghargaan kepada perusahaan yang memiliki transaksi paling inovatif dan berdampak signifikan yang dinilai dan diputuskan secara independen oleh IFN Awards Advisory Board. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More
Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More
Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More
Poin Penting Visa mencatat penyebutan “AI Agent” meningkat 477 persen, menandai masifnya pemanfaatan AI dalam… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More