Leka Madiadipoera, Plt. Presiden Direktur Bank Saqu. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
PT Bank Saqu Indonesia (Bank Saqu) terus melakukan inovasi dan improvement di berbagai aspek. Bank milik Astra Financial dan WeLab terus memperkuat positioning di market sekaligus menjadi katalisator bagi solopreneur dan pelaku bisnis di Indonesia. Sejak lebih dari diluncurkan pada November 2023, Bank Saqu telah menemani perjalanan finansial sekitar 3,5 juta nasabah. Sekitar 40 persen nasabahnya adalah para solopreneur, individu dengan jiwa wiraswasta dan produktivitas tinggi yang membangun dan mengembangkan usahanya sendiri.
Digagas sebagai bank digital, Bank Saqu menghadirkan pengalaman perbankan yang modern, mudah, dan andal lewat berbagai solusi digital. Solopreneur Berbagai fitur di aplikasi Bank Saqu dirancang untuk memudahkan nasabah. Baik untuk melakukan transaksi sehari-hari, maupun membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Melalui fitur pemisahan ”Saku”, nasabah dapat mengatur dan memisahkan keuangannya sesuai tujuan penggunaan. Mulai dari kebutuhan harian, modal usaha, hingga rencana jangkan panjang. Pendekatan ini membantu solopreneur mengelola arus kas secara disiplin, sekaligus perencanaan ekspansi usaha dan mencapai tujuan finansialnya.
“Selama dua tahun lebih ini, kami terus mendukung nasabah, termasuk
solopreneur. Sebetulnya yang kami harapkan adalah mendampingi journey
dari para solopreneur ini. Misalnya dari pertama kali kerja atau pertama kali
memulai usaha, ada Bank Saqu yang juga memberikan financial literacy. Kami harapkan nanti bisnis mereka berkembang, dan masuk ke segmen SME
(small medium enterprise). Kami ingin hadir mendampingi perjalanan
mereka,” kata Plt. Presiden Direktur Bank Saqu Leka Madiadipoera.
Baca juga: Begini Strategi Bank Saqu Akuisisi Nasabah Baru pada 2026
Untuk mendukung para solopreneur, Bank Saqu juga mempunyai program Solopreneur Academy. Pada 2025, Solopreneur Academy digelar di
tiga kota, yakni Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Program ini digagas untuk
mendukung pelaku usaha mandiri, dan tahun lalu fokus di sektor industri
kreatif.
Seiring pertumbuhan nasabah ritel, Bank Saqu juga memperkuat layanan bagi segmen bisnis, termasuk korporasi atau pelaku usaha yang memasuki tahap pengembangan dan ekspansi melalui Bank Saqu Bisnis, termasuk juga segmen korporasi.
Baca juga: Easycash dan Bank Saqu Resmi Kolaborasi Tingkatkan Akses Kredit Channeling
Komitmen untuk mendampingi perjalanan finansial nasabah itu diwujudkan lewat berbagai produk yang relevan. Baik produk simpanan maupun pinjaman. Layanan ini mencakup solusi simpanan bisnis, kredit modal kerja dan investasi, supplier financing, hingga layanan cash management. Dengan dukungan ekosistem Grup Astra yang luas, Bank Saqu menghadirkan sinergi yang membuka peluang kolaborasi dan memperkuat rantai nilai bisnis nasabah.
Pendekatan ini menegaskan komitmen Bank Saqu dalam membangun kemitraan jangka panjang, mendampingi nasabah dari tahap awal sebagai solopreneur hingga berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih mapan.
Komitmen Bank Saqu tersebut juga diwujudkan melalui berbagai produk inovatif. Ada beberapa fitur atau produk yang menjadi signature bank ini misalnya Tabungmatic. Fitur ini membantu membangun kebiasaan menabung. Setiap transaksi melalui QRIS, nasabah bisa melakukan pembulatan. Kembaliannya akan tersimpan di Saku Booster dan mendapatkan bunga yang menarik.
Lalu, ada juga Busposito, yang memungkinkan nasabah mengajak teman atau kerabatnya untuk bergabung. Menariknya, semakin banyak “penumpang”, semakin tinggi suku bunga yang didapatkan semua nasabah. Ada pula fitur Undang Teman yang bisa digunakan untuk menabung bersama dalam satu saku. Fitur ini memungkinkan nasabah mengundang hingga 20 teman.
Baca juga: Bank Saqu Catat Lonjakan Nasabah, 40 Persen Solopreneur
Berkat inovasi yang relevan dengan kebutuhan nasabah, Bank Saqu terus menunjukkan peningkatan kinerja. Fungsi intermediasi Bank Saqu tumbuh solid dari tahun ke tahun, melampaui rata-rata pertumbuhan perbankan nasional. Ekosistem bank digital ini pun semakin diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak baik di ekosistem dan di luar ekosistem Grup Astra.
Bank digital ini juga memperkuat dukungan terhadap komunitas anak muda aktif, di antaranya lewat Sunrise Society. Saat ini, Sunrise Society sudah masuk volume ke-4 yang digelar 14 Februari 2026 di Jakarta. Sunrise Society Vol.4: The Circle, mengunsung konsep One Loop, Two Movements: Run & Ride, dan diikuti lebih dari 200 peserta, yang berasal dari komunitas lari, komunitas sepeda, nasabah, dan karyawan Bank Saqu.
“Ke depan, kami akan membangun fondasi pertumbuhan yang terintegrasi, menghubungkan solusi ritel dan Bank Saqu Bisnis dalam satu ekosistem. Dengan pendekatan ini, Bank Saqu tidak hanya bertumbuh secara bisnis, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi produktif Indonesia,” tutup Leka. (*) AA
Poin Penting Airlangga Hartarto mewajibkan perusahaan swasta membayar THR penuh dan tidak boleh dicicil, paling… Read More
Poin Penting UOB menilai sektor manufaktur, terutama padat karya, menjadi kunci untuk meningkatkan daya beli… Read More
Poin Penting Pemerintah siapkan Rp55 triliun untuk THR ASN 2026, naik 10% dari tahun lalu,… Read More
Poin Penting Iran menutup Selat Hormuz dan mengancam serangan terhadap kapal serta pipa minyak, memicu… Read More
Poin Penting Laba bersih Bank Banten naik 31,54 persen menjadi Rp52,52 miliar pada 2025, ditopang… Read More
Poin Penting Telkom susun roadmap Sovereign AI hingga 2028 untuk membangun model dan infrastruktur AI… Read More