Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar
Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menegaskan pentingnya peran industri pergadaian dalam mendorong inklusi keuangan bagi masyarakat luas. Hal ini sejalan peluncuran Roadmap Pengembangan dan Penguatan Pergadaian 2025-2030.
“Peluncuran Roadmap Pengembangan dan Penguatan Pergadaian 2025–2030 ini menegaskan kembali komitmen kita bersama untuk menjadikan pergadaian bukan sekadar penyedia pinjaman, tapi juga mitra pemberdayaan ekonomi rakyat,” ujarnya, di Jakarta, Senin 13 Oktober 2025.
Menurutnya, peluncuran roadmap ini menjadi tonggak sejarah penting bagi industri pergadaian Indonesia. Industri ini tidak hanya tumbuh secara finansial, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat, memperluas inklusi keuangan, dan memperkokoh ketahanan ekonomi nasional.
Baca juga: Marak Gadai Ilegal, Bahkan Ada yang Berdiri di Sebelah Kantor OJK
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menuturkan, pergadaian telah hadir di tengah masyarakat jauh sebelum Indonesia merdeka, yaitu sejak didirikannya Bank van Leening oleh VOC pada 1746. Lembaga ini menjadi cikal bakal industri pergadaian di Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
“Jadi setelah 279 tahun, hampir 3 abad, baru sekarang ini kita bisa memikirkan dengan baik tentang masa depan industri pergadaian. Kita sangat bersyukur ada Undang-Undang P2SK, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023, inilah undang-undang yang pertama kali menyebutkan secara jelas adanya industri pergadaian,” ujar Agusman.
Menurut Agusman, kehadiran layanan gadai sangat membantu dalam membuka akses pembiayaan, terutama bagi para pedagang, petani, nelayan, dan usaha mikro lainnya. Ia menilai layanan ini mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
Baca juga: OJK Dorong 230 Pegadaian Bodong Segera Urus Izin Usaha
Ia juga mengajak pelaku industri untuk bersama-sama memerangi praktik gadai ilegal. OJK, lanjutnya, akan menyiapkan deregulasi untuk mempermudah pelaku usaha gadai, terutama di tingkat kabupaten dan kota.
Ketua Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI), Damar Latri Setiawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada OJK atas kerja keras dalam menyusun dan meluncurkan Roadmap Pergadaian 2025–2030.
“Dengan hadirnya Roadmap Pergadaian 2025–2030, kita memiliki visi dan arah bersama untuk membangun industri pergadaian nasional yang kuat, sehat, dan inklusif,” kata Damar.
Baca juga: Kinerja Bullion Bank Terus Tumbuh Positif, Pegadaian Ungkap Prospek Jangka Panjang
Ia juga menegaskan komitmen PPGI untuk terus mendukung penegakan regulasi terhadap usaha gadai ilegal. Ia berharap industri pergadaian di Indonesia semakin maju, sehat, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional.
Dalam rangka mendorong tumbuhnya pelaku usaha gadai di Indonesia, OJK pada 2025 akan melakukan deregulasi terhadap ketentuan POJK Nomor 39 Tahun 2024 tentang Pergadaian.
Beberapa langkah yang direncanakan antara lain adalah penyederhanaan persyaratan izin usaha gadai yang belum berizin OJK serta penyesuaian aturan mengenai rangkap jabatan bagi tenaga penaksir.
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha gadai, dan mendorong pertumbuhan industri pergadaian secara lebih luas di masa mendatang. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More
Poin Penting Misbakhun membantah mengetahui isu namanya masuk bursa calon Ketua OJK dan menegaskan masih… Read More
Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More
Poin Penting Bareskrim geledah PT Shinhan Sekuritas Indonesia terkait pengembangan kasus dugaan tindak pidana pasar… Read More