PENIPUAN, terutama di industri keuangan adalah praktik yang harus dilawan, modusnya pun semakin beragam. Semakin canggih teknologi yang ada bahkan turut memuluskan aksi penipuan dari oknum-oknum tak bertanggung jawab. Bahkan saat ini penipuan bisa merambah ke produk perbankan, sepertu KTA.
Kennadi, Business Manager cermati.com mengatakan, karena banyaknya kasus penipuan yang terjadi, banyak orang lebih memilih mengajukan KTA seperti misalnya pengajuan KTA Dana Bantuan Sahabat lewat situs daring seperti cermati.com.
Kredit tanpa agunan (KTA) juga menjadi salah satu modus yang digunakan penipu. “Kredit tanpa agunan merupakan salah satu produk kredit yang banyak ditawarkan bank-bank besar di Indonesia seperti CIMB Niaga, DBS, Standard Chartered, dan lainnya,” ucapnya di Jakarta, Senin, 1 April 2017.
KTA memang menjadi salah satu cara bank memberikan pinjaman kepada nasabah yang membutuhkan dana segar tanpa memberikan jaminan apapun. “Jadi jika nasabah memang tidak mempunyai sertifikat tanah, BPKB kendaraan, SK PNS maka hal tersebut tidak akan menjadi kendala,” ujar Kennadi.
Dengan mengajukan KTA, seorang nasabah diharuskan melengkapi berbagai persyaratan yang telah ditetapkan pihak bank. Jika semua persyaratan dipenuhi dan nasabah lolos survei yang dilakukan pihak bank maka bank akan melakukan pencairan dana.
Menurutnya, yang perlu diketahui, proses pengajuan KTA memiliki ketentuan adanya bunga, biaya administrasi serta biaya-biaya lainnya (seperti asuransi, provisi). Biaya-biaya ini akan langsung dipotong pada awal sebelum dana cair dan ditransfer ke rekening nasabah. “Adanya beragam biaya yang dipotong pada awal pencairan dana pinjaman KTA inilah yang menjadi celah dan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” kata Kennadi. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More