Hadapi Distrupsi Digital, Perbankan Dapat Menerapkan Artificial Intelligent
Jakarta – Industri real estate kini makin terbuka dalam pemanfaatan teknologi. Diakui, teknologi bisa membantu sebuh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak. Di industri real estate, setidaknya ada 5 teknologi baru yang kini tengah dimanfaatkan.
Pertama, Internet of Things (IoT), yakni konsep pemanfaatan dari koneksi internet yang tersambung terus-menerus. Konsep ini sekarang mulai diterapkan pada rumah tinggal seperti sensor cerdas dan aplikasi terintegrasi. Di masa depan bahkan jika sebuah rumah memiliki masalah, maka penghuni hanya perlu untuk mengirimkan sinyal pemberitahuan sehingga tidak perlu repot-repot memanggil teknisi.
Dua, analisis prediktif untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada bisnis real estate kedepannya. Dengan analisis prediktif, para profesional real estate dapat dengan bijak memutuskan investasi apa yang akan mereka ambil berikutnya.
Tiga, perbandingan pasar secara real-time. Melalui teknologi real-time, investor bisa dengan mudah melacak pesaing bisnis, mengetahui aset yang belum diketahui, memperoleh laporan pasar, dan tren bisnis masa depan.
Empat, jaringan untuk ruang kantor, yakni opsi baru yang memungkinkan individu terhubung dengan jaringan penyedia ruang kantor yang fleksibel.
Lima, mesin pembelajaran yang mampu memberikan data atau ramalan bisnis dengan cepat. Hal ini tentu akan membantu seluruh proses penjualan.(*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More