Hadapi Distrupsi Digital, Perbankan Dapat Menerapkan Artificial Intelligent
Jakarta – Industri real estate kini makin terbuka dalam pemanfaatan teknologi. Diakui, teknologi bisa membantu sebuh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak. Di industri real estate, setidaknya ada 5 teknologi baru yang kini tengah dimanfaatkan.
Pertama, Internet of Things (IoT), yakni konsep pemanfaatan dari koneksi internet yang tersambung terus-menerus. Konsep ini sekarang mulai diterapkan pada rumah tinggal seperti sensor cerdas dan aplikasi terintegrasi. Di masa depan bahkan jika sebuah rumah memiliki masalah, maka penghuni hanya perlu untuk mengirimkan sinyal pemberitahuan sehingga tidak perlu repot-repot memanggil teknisi.
Dua, analisis prediktif untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada bisnis real estate kedepannya. Dengan analisis prediktif, para profesional real estate dapat dengan bijak memutuskan investasi apa yang akan mereka ambil berikutnya.
Tiga, perbandingan pasar secara real-time. Melalui teknologi real-time, investor bisa dengan mudah melacak pesaing bisnis, mengetahui aset yang belum diketahui, memperoleh laporan pasar, dan tren bisnis masa depan.
Empat, jaringan untuk ruang kantor, yakni opsi baru yang memungkinkan individu terhubung dengan jaringan penyedia ruang kantor yang fleksibel.
Lima, mesin pembelajaran yang mampu memberikan data atau ramalan bisnis dengan cepat. Hal ini tentu akan membantu seluruh proses penjualan.(*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More