Jakarta – Pekan lalu seluruh indeks reksa dana menorehkan kinerja positif. Kinerja terbaik diraih oleh indeks reksa dana saham yang diikuti oleh indeks reksa dana campuran, dan indeks reksa dana pendapatan tetap.
Demikian pula dengan kinerja indeks reksa dana pasar uang yang masih stabil di kinerja positif.
Sementara secara year to date (ytd), Berdasarkan riset Infovesta, Selasa, 2 Oktober 2018, Indeks reksa dana pasar uang masih menjadi satu-satunya indeks reksa dana yang menorehkan kinerja positif.
Kendati demikian, indeks reksa dana lainnya mengalami perbaikan dibandingkan pekan lalu namun tidak berhasil memberikan hasil kinerja positif.
Disisi lain reksa dana saham syariah mencatatkan kinerja negatif selama setahun terakhir yang tercermin dari Infovesta Sharia Equity Fund Index yang minus 4.10%.
Senada, indeks Jakarta Islamic Index dan Indeks Saham Syariah Indonesia juga mencatatkan kinerja negatif masing masing pada angka -9.32% dan -3.33%.
Meskipun demikian ada lima reksa dana saham syariah yang punya kinerja ciamik. Kelima reksa dana saham syariah tersebut mencatatkan kinerja di atas indeksnya, diantaranya :
1. Simas syariah unggulan dengan return 36.85%.
2. Sucorinvest Sharia Equity Fund dengan return 23.62%
3. Pacific Saham Syariah dengan return 13.31%.
4. Reksa Dana Syariah Capital Sharia Equity dengan return 12.72%.
5. Treasure Saham Berkah Syariah dengan return 6.33%. (*)
Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More
Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More
Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More
Poin Penting Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad menilai wacana pemotongan gaji pejabat yang… Read More