Sedangkan hal yang ketiga, lanjut dia, yakni dari perkembangan ekonomi digital yang sampai saat ini terus berkembang. Dia menilai, ekonomi digital memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sektor yang mampu menopang perekonomian ke depan.
Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah peran wanita dalam mendorong perekonomian nasional. Agus menyebut, bank sentral memandang, bahwa wanita memiliki peran yang amat besar dalam menggerakkan sektor riil. (Baca juga: Pemerintah Dorong Investasi Jadi Motor Baru Perekonomian)
Sementara berdasarkan berbagai survei yang dilakukan Bank Dunia, terbukti bahwa sangat banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ternyata dimiliki oleh para wanita dan adanya kepercayaan yang tinggi dari pelaku ekonomi terhadap para wanita.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, potensi-potensi tersebut dapat digandakan dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki. “Rasio kepemilikan usaha Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara-negara di dunia. Terutama untuk UMKM,” tutupnya. (*)
(Baca juga: Prospek Ekonomi Indonesia Masih Menjanjikan)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat modal inti Rp5,7 triliun dan menargetkan naik kelas ke… Read More
Poin Penting Adapundi menolak putusan KPPU karena dinilai tidak mencerminkan kondisi dan regulasi industri fintech… Read More
PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More
Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More
Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More