Sedangkan hal yang ketiga, lanjut dia, yakni dari perkembangan ekonomi digital yang sampai saat ini terus berkembang. Dia menilai, ekonomi digital memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sektor yang mampu menopang perekonomian ke depan.
Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah peran wanita dalam mendorong perekonomian nasional. Agus menyebut, bank sentral memandang, bahwa wanita memiliki peran yang amat besar dalam menggerakkan sektor riil. (Baca juga: Pemerintah Dorong Investasi Jadi Motor Baru Perekonomian)
Sementara berdasarkan berbagai survei yang dilakukan Bank Dunia, terbukti bahwa sangat banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ternyata dimiliki oleh para wanita dan adanya kepercayaan yang tinggi dari pelaku ekonomi terhadap para wanita.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, potensi-potensi tersebut dapat digandakan dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki. “Rasio kepemilikan usaha Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara-negara di dunia. Terutama untuk UMKM,” tutupnya. (*)
(Baca juga: Prospek Ekonomi Indonesia Masih Menjanjikan)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Kolaborasi budaya–bisnis: Ajang Meet and Greet Miss Japan 2026 jadi momentum networking Indonesia–Jepang,… Read More
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BRI Insurance salurkan bantuan Rp230 juta untuk korban bencana di Pidie Jaya (Aceh)… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More