News Update

Ini Tiga Faktor Domestik Yang Jadi Perhatian Menkeu di 2018

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, prospek ekonomi pada tahun 2018 harus mewaspadai tiga faktor domestik. Yang pertama, kata Menkeu, kita harus mewaspadai dimana tahun depan merupakan tahun politik.

“Dalam negeri, dilihat dari komposisi growth-nya, kita tentu lihat mengenai political situation 2018-2019. Tahun depan 171 pemerintah daerah akan lakukan pilkada, dan itu juga daerah yang jadi mesin perekonomian Indonesia yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali yang jadi pusat perhatian,” ungkap Sri Mulyani pada seminar Political Economy Outlook 2018 di Shangri-La hotel Jakarta, Rabu 22 November 2017.

Dirinya berharap, pihak perbankan maupun pelaku usaha dapat menatap tahun 2018 dengan optimistis. Dirinya juga menilai, gejolak politik tersebut tak berlangsung lama bila melihat pemilihan umum yang sudah dilangsungkan beberapa kali di Indonesia.

“Walau masuk tahun politik masyarakat dan pelaku usaha diharapkan agar tetap optimis menghadapi tahun 2018. Karena Indonesia sudah berkali-kali melalui siklus politik kalau dibandingkan dengan siklus politik semua negara. Namun yang membedakan, kita begitu selesai bisa kembali bersatu dan going move on dan menjalankan program yang ditawarkan kandidat,” jelas Sri Mulyani.

Yang kedua, dirinya memperhatikan mengenai perkembangan teknologi di masyarakat. Dirinya menilai pemahaman teknologi saat ini lebih didominasi oleh anak muda atau kaum milenial. Dirinya juga mengkhawatirkan akan adanya distrupsi pekerjaan akibat dari berkembangnya teknologi yang semakin pesat tersebut.

“Kedua, fenomena mengenai teknologi dan dominasi kelompok generasi muda di Indonesia yang menjadi penentu arah perkembangan teknologi tersebut. Ditambah akan adanya disrupsi ini termasuk dan kita mau atur mengenai arah kebijakan,” ungkap Sri Mulyani.

Ketiga, Menkeu juga terus mengamati mengenai adanya pelemahan daya beli di masyarakat dimana pihaknya di pemerintahan terus mendalami permasalahan tersebut dan akan mengatur strategi guna dapat meningkatkan angka konsumsi masyarakat salahsatunya dengan pemberian dana bantuan sosial.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Mayoritas Saham Indeks INFOBANK15 Menguat, Ini Daftarnya

Poin Penting INFOBANK15 menguat 0,80 persen ke 1.025,73, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah… Read More

14 mins ago

5 Saham Top Leaders Penggerak IHSG Pekan Ini, Siapa Paling Moncer?

Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen ke level 8.271,76, dengan kapitalisasi… Read More

23 mins ago

IHSG Sepekan Naik 0,72 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp14.941 Triliun

Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen sepekan ke level 8.271,76, mencerminkan… Read More

32 mins ago

DPR Desak Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Naik jadi 20 Persen, Ini Alasannya

Poin Penting Komisi V DPR RI mendorong diskon tiket pesawat Lebaran 2026 dinaikkan menjadi 20… Read More

39 mins ago

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

18 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

18 hours ago