“Ada beberapa metode yang bisa diterapkan seperti instalasi perangkat lunak (software) Intrusion Detection System (IDS), Intrusion Prevention System (IPS), maupun perangkat keras (hardware) berupa alat keamanan jaringan seperti Unified Threat Management yang dapat dimanfaatkan untuk menangkal serangan kemananan sistem dan jaringan,” ujar Gordon dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa, 10 Januari 2017.
Lebih lanjut Gordon menjelaskan, IDS merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan.
Sementara Intrusion Prevention System (IPS) adalah sebuah aplikasi yang bekerja untuk memonitor traffic jaringan, mendeteksi aktivitas yang mencurigakan, mempelajari polanya hingga melakukan pencegahan dini terhadap penyusupan atau kejadian yang dapat membuat jaringan menjadi berjalan tidak seperti sebagaimana mestinya.
“Kita dituntut harus siap untuk menghadapi risiko dengan tidak hanya meminimalisir namun harus mengeliminasi risiko cybercrime, sehingga terhindar dari risiko adanya penyusup untuk mencuri data, merusak sistem, atau pun sekedar serangan untuk membuat website dan sistem menjadi sibuk ataupun down sehingga tidak bisa diakses,” imbuh Gordon. (*)
(Baca juga: Cegah Cybercrime, Bank Harus Perbesar Anggaran IT)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting BTN dukung penuh program gentengisasi Prabowo melalui penyaluran subsidi renovasi rumah untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya menilai OTT pegawai pajak dan bea cukai sebagai terapi kejut agar… Read More
Poin Penting KPK menangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono bersama 1 ASN dan 1 pihak… Read More
Poin Penting Baru beroperasi sejak Desember 2025, BSN langsung memposisikan diri sebagai “Banknya Para Developer”… Read More
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Jakarta, terpisah… Read More
Poin Penting OJK menegaskan KUB BPD sebagai strategi utama untuk memperkuat peran BPD dalam pembiayaan… Read More