Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghormati proses peradilan terkait perkara hukum yang melibatkan mantan direksi PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA).
Hal ini disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setya mengenai tanggapan pihak BEI soal kasus fraud laporan keuangan AISA.
“Sehubungan dengan perkara hukum yang melibatkan mantan Direksi AISA, Bursa sangat menyayangkan perkara yang melibatkan mantan Direksi Perusahaan Tercatat tersebut. Bursa dalam hal ini senantiasa menghormati proses peradilan yang masih berjalan serta aparat penegak hukum yang menangani kasus tersebut,” ujarnya kepada media,
Bursa sendiri lanjutnya senantiasa mendorong Perusahaan Tercatat untuk menerapkan Good Corporate Governance (GCG) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bursa yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai salah satu anggota ASEAN Capital Market Forum (ACMF), ikut berperan aktif dalam salah satu inisiatif ACMF, yakni kegiatan penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).
“Tujuan utama dari kegiatan penilaian tersebut adalah untuk meningkatkan standar dan praktik tata kelola perusahaan tercatat di ASEAN, sehingga perusahaan tercatat di ASEAN dapat menjadi Asset Class bagi investor internasional,” terangnya.
Seperti diketahui, sebelumnya diberitakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis dua mantan direksi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Joko Mogoginta dan Budhi Istanto dengan hukuman penjara masing-masing selama empat tahun dan denda masing-masing Rp 2 miliar subsider tiga bulan penjara. Keduanya dinyatakan bersalah lantaran telah melakukan manipulasi laporan keuangan 2017 dengan tujuan mengerek harga saham perseroan. (*)
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More
Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More
Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More
Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More