Ia menuturkan bisa saja ada nasabah yang belum menyelesaikan pajak secara penuh dengan alasan dan kepentingannya, langsung mencari cara menarik atau memindahkan dananya. “Yang saya khawatir juga adalah kebocoran data yang tidak saja untuk kepentingan pajak,” kata Glen di Jakarta, Rabu, 17 Mei 2017.
Baca juga: Perppu Soal Keterbukaan Informasi Nasabah Ditandatangani Jokowi
Selain itu menurut Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja masalah ini seharusnya tidak akan berdampak negatif. Kalau pun ada kemungkinan tidak signifikan dan hanya sesaat. Karena hal ini dinilainya sudah diantisipasi sejak tahun lalu waktu Program Pengampunan Pajak atau tax amnesty digulirkan.
“Ke depannya era transparansi/keterbukaan sudah jadi norma baru bukan hanya di Indonesia tetapi di dunia dengan penerapan AEOI (Automatic Exchange of Information) dan BEPS (Base Erosion and Profit Shifting) 2018 nanti antara lain baik untuk individu maupun perusahaan,” jelas Parwati. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More