News Update

Ini Syarat RI Capai Target PDB USD9,8 Miliar 2045 Menurut McKinsey

Jakarta – Target Indonesia Emas 2045 salah satunya membuat negara ini mendapatkan produk domestik bruto (PDB) yang tinggi. Disebutkan bahwa pemerintah Indonesia menargetkan PDB di 2045 mencapai USD9,8 miliar, dengan pendapatan per kapita USD30.300.

Hasil dari McKinsey Global Institute menemukan, bahwa Indonesia memiliki peluang untuk mencapai target PDB yang besar pada 2045. Namun, angka tersebut hanya bisa diperoleh jika pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten mencapai 5,4 persen selama 20 tahun mendatang.

Kevin Russell, Senior Fellow at McKinsey Global Institute, menjelaskan hal ini bukan tantangan mudah. Pasalnya, kata dia, salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia adalah jumlah pengangguran jumlahnya terus meningkat.

“Jadi, meskipun PDB telah tumbuh sebesar 4,9 persen dalam 20 tahun terakhir, produktivitasnya harus turun cukup banyak untuk mencapai angka sekitar 5,5. Itulah sebabnya kita melihat pertumbuhan produktivitas harus sekitar 1,6 kali lebih banyak,” ujar Kevin di Jakarta pada Rabu, 30 April 2025.

Baca juga: Wamen BUMN Beberkan Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kevin membandingkan proyeksi pertumbuhan Indonesia di masa mendatang, dengan sejumlah negara yang dahulu, hanya memiliki pendapatan per kapita sekitar USD5.000. Rata-rata dari mereka perlu waktu sekitar 15-30 tahun untuk memperoleh pendapatan per kapita di atas USD12.000.

Jika kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terus dalam kondisi terbaik, McKinsey memproyeksi bahwa target PDB tinggi ini bisa dicapai paling cepat pada 2036. Namun, dengan kondisi produktivitas pekerja yang sedang tidak bagus, potensi PDB tinggi tersebut baru bisa terwujud melewati 2045.

“Karena tidak banyak pekerja yang terserap ke dalam industri, tingkat produktivitasnya tidak akan berubah. Jadi, (PDB tinggi) ini akan terjadi setelah tahun 2055. Jadi pertanyaannya adalah apakah peristiwa ini akan terwujud pada 2036 atau 2055?,” katanya.

Apalagi, Kevin juga menyorot, pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di kisaran 5 persen. Kondisi ini membuat apa yang ditargetkan pemerintah pada 2045 menjadi sesuatu yang sulit untuk tercapai.

Untuk mengatasi problematika ini, McKinsey menyarankan agar negara ini memperbanyak perusahaan berskala sedang atau besar. Keberadaan korporasi menengah dan besar ini diharapkan bisa menyerap lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas.

Baca juga: Pemerintah Optimis Ekonomi RI Capai 5 Persen di 2025, Lebih Baik dari AS-China

Saat ini, McKinsey menemukan 80 persen masyarakat Indonesia masih bekerja dengan upah rendah di perusahaan-perusahaan kecil. Jika kondisi kerja diperbaiki, Kevin melihat kalau akan ada transformasi yang konkret untuk memajukan ekonomi dalam negeri.

“Jadi dalam hal pangsa lapangan kerja, jumlah besar itu akan meningkat menjadi 30 persen. Pendapatan juga akan naik menjadi 60 persen. Jika dibandingkan dengan 80 persen yang merupakan pekerja di usaha mikro saat ini, saya melihat ini adalah transformasi nyata,” tegasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

2 mins ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

11 mins ago

Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dinilai Berisiko Bebani APBN, Celios Rekomendasikan Hal Ini

Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More

21 mins ago

Dorong Ekonomi Sirkular, ALVAboard dan Rekosistem Kerja Sama Kelola Sampah Kemasan

Poin Penting ALVAboard dan Rekosistem bekerja sama membangun sistem pengelolaan sampah kemasan terintegrasi untuk mendukung… Read More

47 mins ago

Bank BJB Tawarkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026, Kupon hingga 6,30 Persen

Poin Penting Bank BJB menerbitkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026 dengan kupon hingga 6,30% dan… Read More

1 hour ago

Transaksi QRIS Melesat, Tumbuh 131,47 Persen di Januari 2026

Poin Penting Transaksi QRIS tumbuh 131,47% YoY per Januari 2026, didorong peningkatan pengguna dan merchant.… Read More

1 hour ago