Analisis

Ini Strategi Mendag Jaga Inflasi Pada 2018

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku akan terus menjaga angka inflasi agar berada di batas normal sesuai dengan target inflasi pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 yang dipatok sebesar 3,5%.

“Dalam sidang paripurna, Presiden menekankan untuk tetap kendalikan inflasi sehingga pertumbuhan ekonomi tidaklah sia-sia. Manakala pertumbuhan ekonomi tinggi, dengan inflasi tinggi maka akan menggerus kemampuan masyarakat,” ungkap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Konfrensi Pers Kinerja Tahun 2017 Kementerian Perdagangan di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Kamis 4 Januari 2018.

Untuk menjaga angka Inflasi tersebut, Enggar mengaku pihaknya akan terus melaksanakan tiga strategi utama. Salah satunya dengan mengaskan kebijak Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk para pedagang di pasar tradisional maupun bagi pasar modern.

“Kita lakukan dengan tiga strategi yaitu penguatan regulasi, pemantauan dan pengawasan. Berbagai langkah yang kita lakukan, kita siapkan dengan target yang kita telah tentukan yaitu bagaimana kita mengeluarkan peraturan untuk mencapai itu, yaitu dalam bentuk HET, ” ungkap Enggar.

Tak hanya itu, Kemendag juga telah mengimbau para pedagang untuk melakukan pendaftaran usaha para distributor, serta melakukan pendaftaran gudang agar dapat dipantau oleh pihak Kemendag.

“Kita juga melakukan pendekatan dengan stakeholder untuk membahas dan membicarakan sampai terjadi HET ini,” tukas Enggar.

Sebagai informasi,Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatatkan tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Desember) 2017 yang tercatat sebesar 3,61 persen. Sementara Pada Desember 2017 terjadi inflasi sebesar 0,71 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,28.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

4 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

7 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

8 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

8 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

8 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

9 hours ago