News Update

Ini Strategi Dunia Digital Marketing Versi Tuhu Nugraha

Jakarta – Sejak Digital Marketing dan Social Media Marketing menjadi tren di tahun 2012, para marketer Indonesia mulai mempelajari media digital secara otodidak. “Freedom of Sharing” sempat menjadi kebiasaan para marketer saat itu untuk saling berbagi informasi melalui blog, tweet series, hingga video tutorial.

Meski demikian, tak sedikit juga yang mulai mencari referensi buku baik dalam bentuk e-book maupun buku cetak. Saat ini, kita dapat menemukan dengan mudah di google search saat mengetik kata kunci “buku social media”, namun dengan banyaknya buku seputar digital marketing dan media sosial, tentunya kita akan membutuhkan referensi dasar dan tepat untuk kebutuhan bisnis.

PT Mata Milenial Indonesia (PT MMI), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Media, Digital Marketing dan fokus pada Media Hub menyadari bahwa harus ada buku yang tepat untuk menjadi referensi seputar digital marketing.

PT MMI pun menerbitkan kembali buku yang pernah laris di tahun 2014 WWW.HM Defining Your Digital Strategy, karya konsultan bisnis digital, Tuhu Nugraha.

‘’Dengan hadirnya buku ini, diharapkan pembaca dapat memahami rule engagement and conversion di media digital,’’ ujar Irwan Ariefyanto, pemimpin redaksi MINEWS, yang menjadi penerbit buku ini, Jumat, 10 Mei 2019.

Irwan juga menyatakan dengan membaca buku ini, pembaca dapat dengan mudah memahami bagaimana perubahan perilaku yang terjadi dari perilaku konvensionalnya (non-digital) ke perilaku digital.

Tuhu Nugraha, dosen yang juga praktisi digital marketing menyambut gembira diterbitkannya buku yang pernah laris di tahun 2014.

“Selama ini persepsi yang muncul dari digital marketing adalah pemasaran lewat social media. Kesalahan berikutnya persepsi yang keliru itu adalah menargetkan angka penjualan dari social media,’’ katanya.

Menurut Tuhu, di Indonesia masih sangat sedikit buku yang membahas mengenai digital marketing. Buku ini membahas pemahaman dasar dan ekosistem digital marketing.

Buku ini juga menjelaskan proses membuat digital strategy yang dirangkum menjadi WWW.HM (What, Who, Where, How, Measurement), sebagai sebuah proses logika berpikir memahami strategi digital. Karena selama ini sering kali para praktisi langsung melompat ke “Where”, karena hanya memahami digital marketing secara sebagian-sebagian.

Buku ini diharapkan memberikan kontribusi untuk memahami digital marketing dengan lebih terintegrasi. Di era saat ini di mana tren startup dan wirausaha sedang berkembang pesat, dibutuhkan strategi pemasaran lebih efektif dan efisien.

Buku ini tidak dijual bebas di toko buku. Strategi penjualan buku ini melalui social media dan pemesanan online yaitu melalui www.minews.id. Sedangkan untuk pembelian offline bisa langsung menghubungi ke 0896-5385-6963 atau datang langsung ke kantor Mata Milenial Indonesia yang berlokasi di Gedung MITV, Wisma Intra Asia Jl. Prof Dr Soepomo No 58 Jakarta Selatan. (*)

Apriyani

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

2 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

3 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

3 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

3 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

4 hours ago