BRI Bidik Pertumbuhan Kredit Konsumer 25%
Jakarta — Pemerintah dalam waktu dekat berencana untuk menurunkan bunga kredit hingga angka 7 persen. Menanggapi hal tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berharap pemerintah akan memperbesar subsidi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Penurunan bunga KUR sampai sekarang belum diajak diskusi pemerintah, mungkin banyak beredar sudah 7 persen tapi memang kita sudah buat simulasi. Tentu harapan kita subsidi juga akan ditambah oleh pemerintah,” ungkap Direktur Utama BRI, Suprajarto di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2017.
Dirinya juga menyebut, pihaknya juga melakukan simulasi apabila rencana ini terealisasi. Suprajarto mengaku, dengan adanya perubahan suku bunga KUR tersebut maka akan potensi pengurangan pendapatan sebesar Rp700 miliar.
Baca juga: Realisasi Penyaluran KUR BRI Tahun Ini Sudah 75%
“Rencana KUR 7 persen kita sudah beberapa simulasi, kalau target kita sama dengan tahun ini misalnya berkurangnya pendapatan kurang lebih Rp700 miliar,” ungkap Suprajarto.
Dirinya juga menyebut, pihaknya akan melakukan beberapa strategi guna mengantisipasi penurunan suku bunga KUR tersebut. Salah satunya dengan efisiensi melalui peningkatkan peran teknologi untuk penyaluran KUR.
“Efisiensi antara lain untuk segmen KUR dan kecil kita mengarah ke pola yang lebih ditangani teknologi. Kita nanti ada namanya BRI spot, MyBRI, bagaimana yang kecil-kecil ditangani dengan lebih efisien, tenaga pemasaran juga hemat pemanfaatan online. Ini akan mengurangi overhead cost kami dan terus menekan cost of fund,” jelas Suprajarto. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More