Datangi DPR, Menkeu Laporkan Kondisi Perekonomian Semester Pertama
Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan, Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) akan berbagi beban atau burden sharing dalam pembiayaan pemulihan ekonomi nasional.
Sri Mulyani menjelaskan, dari total kebutuhan pembiayaan untuk penanganan dampak Covid senilai Rp903,46 triliun beban bunganya akan ditanggung bersama antara pemerintah dan BI.
“Untuk hal-hal yang sifatnya berhubungan dengan public goods langsung akan dilakukan burden sharing, yaitu untuk bidang kesehatan, perlindungan sosial dan dukungan sektoral pemda akan kita burden sharing dengan BI,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin 29 Juni 2020.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan, pembiayaan yang bersifat public goods seperti kesehatan, perlindungan sosial, sektoral, kementerian lembaga, dan pemda sebesar Rp397,6 triliun. Sementara yang bersifat non public goods seperti UMKM, korporasi non UMKM, dan lainnya senilai Rp505,86 triliun.
Berdasarkan paparan Sri Mulyani, skema burden sharing tersebut dibagi dalam empat kelompok. Kelompok pertama public goods, bunganya akan 100% ditanggung BI. Kedua, kelompok non-public goods untuk UMKM beban bunganya akan ditanggung pemerintah menggunakan BI reverse repo rate dikurangi diskon 1%.
Skema ketiga ialah kelompok non-public goods korporasi non UMKM, beban bunganya akan ditanggung pemerintah menggunakan BI reverse repo rate. Skema terakhir ialah non-public goods lainnya akan ditanggung beban bunganya 100% oleh pemerintah.
Meski demikian, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa skema berbagi beban tersebut belum final. Saat ini, bank sentral dan pemerintah masih terus membahas skema tersebut.
“Tentu Bu Menkeu dan saya sudah sepakat untuk menindaklanjuti. Tentu saja dalam waktu segera, Bu Menkeu dan kami untuk membahas ini secara detail,” kata Perry.
Menurut menkeu, dengan asumsi suku bunga di pasar atau market rate sebesar 7,36%, beban bunga utang atas pembiayaan utang penanganan Covid-19 adalah Rp66,5 triliun per tahun. Melalui skema burden sharing, tambah Sri Mulyani BI akan menanggung Rp35,9 triliun atau 53,9% dari dari total beban bunga utang. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More
Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More
Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More
Poin Penting ALVAboard dan Rekosistem bekerja sama membangun sistem pengelolaan sampah kemasan terintegrasi untuk mendukung… Read More
Poin Penting Bank BJB menerbitkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026 dengan kupon hingga 6,30% dan… Read More
Poin Penting Transaksi QRIS tumbuh 131,47% YoY per Januari 2026, didorong peningkatan pengguna dan merchant.… Read More