News Update

Ini Siasat Agar Perusahaan Asuransi Tetap Survive Disaat Pandemi

Jakarta – Seiring mulai positifnya perekonomian nasional, sektor-sektor bisnis di dalamnya juga mencatatkan hal serupa, tak terkecuali di industri asuransi. Terlepas dari itu, para pelaku industri ini masih tetap harus waspada, mengingat pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) masih belum berakhir.

Direktur Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Supriyono mengatakan, setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan para pelaku di industri asuransi untuk bisa survive di masa pandemi.

“Pertama, kami ingin tentu perlindungan terhadap pemegang polis tetap menjadi prioritas utama. Kedua, kami juga menginginkan kelangsungan operasional. Ini terkait juga dengan yang pertama tadi, sampai dengan adanya Covid-19 ini keberlangsungan operasional menjadi terganggu,” katanya dalam webinar Infobank yang bertajuk ‘Managing The Unexpected; Lessons for Insurance Industry by Learning from Failure Cases to Reach Sustainable Performance during Pandemic Covid-19, Jumat, 6 Agustus 2021.

Sebagai regulator yang mengawasi industri secara prudensial, lanjut Supriyono, pihaknya terus berupaya melihat secara lebih dekat untuk mengetahui perkembangan solvabilitas dan likuiditas perusahaan-perusahaan asuransi. Jikalau suatu saat terjadi hal-hal yang di luar keinginan, dapat segera ditangani.

“Dan yang berikutnya, walau kita belum tahu kapan pandemi akan berakhir, namun kita harus berfikir pasca covid akan seperti apa. Apa yang akan kita lakukan untuk kemudian kita bisa cepat menghasilkan perkembangan kembali,” katanya. (*) Bagus Kasanjanu

Editor: Rezkiana Np

Evan Yulian

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

5 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

5 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

6 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

6 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

7 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

8 hours ago