Sharia Insight

Ini Sembilan Pemprov Terima Anugerah Adinata Syariah

Jakarta – Sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah provinsi (pemprov) yang berhasil mengembangkan potensi ekonomi syariah di daerahnya, Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) menginisiasi pemberian Anugerah Adinata Syariah 2022. Bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Infobank, KNEKS melakukan penilaian sepanjang tahun 2021.

Proses penilaian diawali dengan penyusunan kuisioner pada Januari-Juli 2021. Setelah itu, untuk pengumpulan data dilakukan penyebaran dan pengumpulan kuisioner sepanjang bulan September – Oktober 2021. Pada November 2021 dilakukan rekapitulasi dan tabulasi. Sebagai tahap akhir, dilakukan proses penjurian, validasi data, dan penetapan pemenang penghargaan di beberapa kategori.

Pada Maret 2022 hasil penilaian tersebut dilaporkan kepada Bapak Wapres, KH Ma’ruf Amin. Dan, untuk selanjutnya Wapres yang akan mengumumkan siapa saja pemenangnya di acara Anugerah Adinata Syariah 2022. Acara Anugerah Adinata Syariah akan digelar setiap tahun sekali.

Untuk Anugerah Adinata Syariah 2022, ada 7 (tujuh) kategori yang dilakukan penilaian, yakni kategori keuangan syariah, industri halal, keuangan sosial syariah, keuangan mikro syariah, pendidikan ekonomi syariah, pemberdayaan ekonomi pesantren, serta sektor ekonomi hijau dan berkelanjutan.

Acara Anugerah Adinata Syariah 2022 digelar di Ballroom Grand Indonesia Kempinski Hotel, pada Kamis, 14 April 2022, dengan menghadirkan Wapres KH Ma’ruf Amin sebagai keynote speaker, dan Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group, sebagai opening speaker.

Ada 9 (Sembilan) pemprov yang dinobatkan sebagai pemenang di tujuh kategori tersebut. Mereka adalah:

I. Kategori Keuangan Syariah

Juara 1: Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam

Juara 2: Pemprov Riau

Juara 3: Pemprov DKI Jakarta

 

II. Kategori Industri Halal

Juara 1: Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam

Juara 2: Pemprov Jabar

Juara 3: Pemprov Riau

 

III. Kategori Keuangan Sosial Syariah

Juara 1: Pemprov Jateng

Juara 2: Pemprov DKI Jakarta

Juara 3: Pemprov Jabar

 

IV. Kategori  Keuangan Mikro Syariah

Juara 1: Pemprov Jatim

Juara 2: Pemprov Jateng

Juara 3: Pemprov Sumbar

 

V. Kategori Pendidikan Ekonomi Syariah

Juara 1: Pemprov Jatim

Juara 2: Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam

Juara 3: Pemprov Sumsel

 

VI. Kategori Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Juara 1: Pemprov Jabar

Juara 2: Pemprov Jatim

Juara 3: Pemprov Sumsel

 

VII. Kategori Sektor Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan

Juara 1: Pemprov Riau

Juara 2: Pemprov DIY

Juara 3: Pemprov DKI Jakarta

Juara Umum: Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam.

 

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

22 seconds ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

3 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

57 mins ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

1 hour ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

1 hour ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

1 hour ago