Ini Sederet Capaian Kinerja BUMA Sepanjang 2024

Jakarta – PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha utama PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-26, sejak didirikan pada 7 Desember 2024.

Seiring dengan hal tersebut, terdapat beberapa capaian kontrak penting yang telah dilakukan oleh Perseroan di sepanjang tahun 2024 melalui perusahaan-perusahaan di Indonesia maupun di Australia.

Kontrak di Indonesia

  • Pada Agustus 2024, BUMA mengamankan kontrak senilai Rp12 triliun dengan PT Persada Kapuas Prima, menunjukkan keahliannya dalam menyediakan layanan pertambangan komprehensif dengan pendekatan end-to-end. Layanan pertambangan ini akan berlangsung selama masa operasional tambang, dengan fase awal direncanakan selama periode sembilan tahun
  • Pada Oktober 2024, BUMA mengamankan perpanjangan kontrak 11 tahun senilai Rp107,8 triliun dengan PT Indonesia Pratama, anak perusahaan PT Bayan Resources Tbk yang semakin mengokohkan kepemimpinan pasarnya.
 Baca juga: BUMA Raih Perpanjangan Kontrak Rp107,8 Triliun dari Bayan Group

Kontrak di Australia

  • Pada April 2024, BUMA Australia menandatangani kontrak dengan Blackwater Operations Pty Ltd, anak perusahaan Whitehaven Coal Mining Limited, untuk menyediakan layanan penambangan pre-strip di tambang Blackwater. Kontrak ini menunjukkan keahlian operasional BUMA Australia yang berkelanjutan dalam mengelola tambang
  • Pada September 2024, BUMA Australia mengamankan perpanjangan kontrak senilai AUD200 juta di tambang Meandu dengan TEC Coal Pty Ltd. Perpanjangan ini melanjutkan operasi BUMA Australia dan menegaskan keberhasilan mereka dalam membina kemitraan jangka panjang.

Direktur Utama BUMA, Indra Kanoena, menyampaikan bahwa, 2024 telah menjadi tahun transformasi yang luar biasa bagi Perseroan. Ini dikarenakan BUMA secara signifikan berhasil meningkatkan cakupan operasional di Indonesia dan Australia melalui kontrak baru dan perpanjangan kontrak yang substansial.

“Berbagai pencapaian yang telah kami raih sepanjang tahun ini membuktikan bahwa BUMA mampu mengatasi tantangan dan meraih pertumbuhan yang berkelanjutan,” ucap Indra dikutip 9 Desember 2024.

Baca juga: Bayan Resources Bagikan Dividen Interim Rp4,75 Triliun, Cek Jadwalnya

Adapun, BUMA juga telah melakukan beberapa aksi untuk memperluas jangkauan global dan diversifikasi komoditas melalui akuisisi yang meningkatkan nilai, antara lain:

  • Pada Juni 2024, BUMA mengambil langkah transformatif dengan mengakuisisi mayoritas saham Atlantic Carbon Group, Inc. (ACG) melalui entitas terkendali BUMA International, American Anthracite SPV I, LLC. ACG adalah produsen antrasit ultra-high-grade terbesar kedua di AS, mengamankan kepemilikan atas empat tambang antrasit UHG yang berproduksi di Pennsylvania
  • Pada November 2024, BUMA International menandatangani perjanjian dengan Peabody Energy Corporation (Peabody), untuk mengakuisisi 51 persen saham di Dawson Complex, memberikan BUMA International kontrol mayoritas (dengan persetujuan regulasi, dengan penyelesaian target di tahun 2025) di salah satu tambang batu bara metalurgi terbesar di Australia
  • Pada Desember 2024, melalui BUMA Singapore, BUMA menginvestasikan AUD62 juta melalui penempatan institusi dan ritel kepada 29Metals Limited (29Metals), memberikan hak minoritas yang signifikan kepada Grup sebesar 19,9 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

IHSG Ditutup Melemah 0,53 Persen ke Posisi 8.103

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More

44 seconds ago

Tragedi Siswa SD di NTT: Potret Gelap Masalah Keuangan Keluarga

Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More

10 mins ago

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun pada 2025

Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More

55 mins ago

Debt Collector Punya Peran Krusial Jaga Stabilitas Industri Keuangan

Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More

1 hour ago

DPLK Avrist Catat Aset Kelolaan Rp1,32 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More

2 hours ago

Mantan Menlu Buka-bukaan Soal Sikap Prabowo di Board of Peace

Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More

2 hours ago