Jakarta – Tingkat keyakinan, baik dari investor, dunia usaha, maupun konsumen akan menjadi kunci penting bagi iklim investasi dan sentimen di pasar finansial. Oleh sebab itu kita harus terus memperhatikan
dampak pelonggaran moneter kepada perekonomian riil.
Jika transmisi penurunan suku bunga tidak secara efektif mendorong laju ekonomi, akan terjadi kekecewaan pasar, turunnya keyakinan investor dan selera berinvestasi.
Andrian Tanuwijaya, Portofolio Manager, Equity, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia mengatakan , faktor eksternal yang penting untuk diperhatikan antara lain perkembangan reformasi perpajakan Amerika Serikat, pertemuan FOMC The Fed di bulan Desember, perkembangan geopolitik Asia Utara yang selalu menimbulkan noise-noise dan volatilitas di pasar saham Asia, termasuk Indonesia, serta arah kebijakan ekonomi China pasca National Party Congress.
Namun demikian, Andrian menilai kondisi negara berkembang saat ini berada dalam kondisi yang paling fit dibandingkan beberapa tahun terakhir, dan menawarkan potensi pertumbuhan yang menarik dengan valuasi yang atraktif. (*)
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More
Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More
Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More
Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More