Jakarta – Tingkat keyakinan, baik dari investor, dunia usaha, maupun konsumen akan menjadi kunci penting bagi iklim investasi dan sentimen di pasar finansial. Oleh sebab itu kita harus terus memperhatikan
dampak pelonggaran moneter kepada perekonomian riil.
Jika transmisi penurunan suku bunga tidak secara efektif mendorong laju ekonomi, akan terjadi kekecewaan pasar, turunnya keyakinan investor dan selera berinvestasi.
Andrian Tanuwijaya, Portofolio Manager, Equity, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia mengatakan , faktor eksternal yang penting untuk diperhatikan antara lain perkembangan reformasi perpajakan Amerika Serikat, pertemuan FOMC The Fed di bulan Desember, perkembangan geopolitik Asia Utara yang selalu menimbulkan noise-noise dan volatilitas di pasar saham Asia, termasuk Indonesia, serta arah kebijakan ekonomi China pasca National Party Congress.
Namun demikian, Andrian menilai kondisi negara berkembang saat ini berada dalam kondisi yang paling fit dibandingkan beberapa tahun terakhir, dan menawarkan potensi pertumbuhan yang menarik dengan valuasi yang atraktif. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More