Ini Rahasia Bank Tumbuh Berkesinambungan di Era Digital

Ini Rahasia Bank Tumbuh Berkesinambungan di Era Digital

Ini Rahasia Bank Tumbuh Berkesinambungan di Era Digital
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Direktur Utama Bank Raya, Kaspar Situmorang mengungkapkan enam tahapan utama untuk menjadi bank digital yang mampu bersaing dan tumbuh berkesinambungan.

Pertama, bank harus menjadi bagian dari suatu ekosistem besar, baik melalui merger, akuisisi ataupun melalui right issue.

Kedua, bank harus bisa menjawab kebutuhan pasar yang ada di dalam ekosistem tersebut dan membuat financial supermarket yang mampu memberikan value bagi konsumen.

“Kemudian ketiga, kita selesaikan semua masalah keuangan tadi melalui produk digital yang kita miliki dan menciptakan customer experience yang sangat memukau,” ujar Kaspar dalam webinar Infobank Institute bertajuk ‘Digital Banking Outlook 2022: Open Banking Transforming Business Models’ Selasa, 5 Oktober 2021.

Keempat, bank harus bisa mengelola data dari pengalaman konsumen guna meningkatkan layanan dan produk sehingga menjadi lebih baik lagi dan lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen ke depannya.

Kelima, dari data -data yang dikumpulkan, bank dapat menjadi sumberdaya produk dan infrastuktur bagi ekosistemnya. “Dari data-data tadi inilah yang menciptakan suatu model-model baru dalam model underwriting, model fraud detection, model merchant assigment, model recommendation engine,” ungkapnya.

Kemudian keenam, bank harus menjadi “digital attacker”. Caranya dengan menciptakan sebuah produk dan layanan yang bisa bersinergi dengan platform lain yang relevan.

Kaspar juga mengungkapkan, sebuah bank tidak cukup hanya mengejar valuasi saja, tapi juga harus mendulang profit. Untuk itu, dibutuhkan suatu kepiawaian dalam mengelola manajemen risiko, mengelola teknologi dan juga dalam memelihara keberlanjutan end user melalui ekosistem.

“Kata kuncinya adalah tentu harus menjadi organisasi B2B2C (business to business to consumer). Karena bank digital kalau B2C (busineness to consumer) pasti akan sangat mahal biaya akusisinya. (*) Dicky F.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]