Jakarta–Forum CEO SIKOMPAK (Sinergi, Komunikasi, Pemasaran, dan Pengembangan Keuangan) miliki empat program kerja utama untuk mengompakkan industri jasa keuangan berlabel syariah.
Peluncuran CEO SIKOMPAK telah dilaksanakan di Jakarta, Senin, 3 April 2017. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad menjelaskan, bahwa peluncuran SIKOMPAK ini dilatarbelakangi oleh perlunya peningkatan kerja sama di industri keuangan syariah.
“Pembentukan Forum ini dilatarbelakangi oleh perlunya peningkatan awareness dan kerja sama dalam rangka pengembangan keuangan syariah dan koordinasi dengan pelaku industri untuk mendukung pertumbuhan industri jasa keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya.
Acara peluncuran forum para bos industri keuangan syariah dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK dan para Anggota Dewan Komisioner OJK serta kurang lebih 30 CEO dari industri jasa keuangan syariah sektor perbankan, pasar modal, dan industri jasa keuangan nonbank. OJK mencatat total aset perbankan syariah baru mencapai 5,18 persen per akhir Januari 2017.
“Untuk Aset Perbankan Syariah (BUS, UUS, dan BPRS) per 31 Januari 2017 sebesar Rp 353,5 triliun, dengan rincian Bank Umum Syariah Rp 248,8, triliun, Unit Usaha Syariah Rp 95,5 triliun dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Rp9,2 Triliun. Dan market share keseluruhan perbankan yakni 5,18 persen. Oleh karena itu kita bentuk SIKOMPAK,” Jelas Muliaman. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More