Jakarta–Bank Indonesia (BI) telah mengajukan tiga nama calon Deputi Gubernur BI pengganti Ronald Waas ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ketiga calon tersebut berasal dari internal BI yakni Dody Budi Waluyo, Hendy Sulistiowati dan Sugeng.
Salah satu dari ketiga calon deputi gubernur BI ini akan menggantikan Ronald Waas yang akan memasuki masa pensiun pada Desember tahun ini. Ketua Komisi XI Melchias Markus Mekeng mengatakan, ketiga kandidat calon deputi gubernur BI ini akan melaksanakan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) di DPR yang di mulai 30 November sampai 1 Desember 2016. (Baca juga: Pemulihan Ekonomi Akan Berlanjut di 2017)
Berikut profil ketiga calon deputi gubenur BI:
Dody Budi Waluyo
Dody merupakan pria kelahiran Jakarta 19 September 1961 yang memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1986. Kemudian pada 1994 dirinya memeroleh Gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Colorado, Amerika Serikat (AS).
Dody memulai karirnya di BI sebagai Staf Analis Ekonomi, Urusan Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter selama 10 tahun (1988-1998). Selanjutnya pada 1998-2000 menjadi Deputi Kepala Bagian di Biro Gubernur. Pada 2003-2006, Dody menjabat sebagai Kepala Bagian Neraca Pembayaran, Departemen Statistik Ekonomi Moneter. Kemudian 2006-2009 dirinya menjadi Direktur Departemen Pengelolaan Moneter.
Dody juga sempat menjabat sebagai Direktur Departemen Internasional BI pada 2011, lalu naik jabatan menjadi Direktur Eksekutif Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat pada 2012-2013. Di 2013-2014 ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter
Pada 2014-2016 Dody menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola. Kemudian pada Oktober 2016 dirinya diangkat menjadi Asisten Gubernur Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola hingga saat ini. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Hendy Sulistiowati
Hendy memeroleh gelar sarjana ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 1984. Kemudian pada 1991 dirinya mendapatkan Gelar Master of Applied Economic (MAE) yang diraih di University of Michigan Ann Arbor, Amerika Serikat. Wanita kelahiran 17 Januari 1959 di Surabaya itu, memulai karir di BI sebagai Asisten Manajer di Departemen Pengelolaan Devisa pada 1985.
Pada 1990, ia menjadi Pegawai Tugas Belajar di Amerika Serikat. Setahun kemudian Ia menjadi Asisten Manajer Departemen Luar Negeri dan pada 1992 menjabat sebagai Manajer di departemen tersebut. Pada 1996, Hendy menjabat sebagai Asisten Direktur Departemen Kebijakan Moneter. Kemudian ia naik jabatan menjadi Deputi Direktur Departemen Luar Negeri pada 1999.
Selanjutnya pada 2004, Hendy lalu menjabat sebagai Direktur Departemen Luar Negeri. Empat tahun kemudian (2008), ia bergeser menjadi Direktur Departemen Statistik. Kemudian pada 2010 dirinya diangkat menjadi Direktur Eksekutif Departemen Statistik. Jabatannya tersebut diembannya hingga sekarang ini. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Sugeng
Sugeng memeroleh gelar sarjana ekonomi studi pembangunan dari Universitas Gadjah Mada pada 1984. Kemudian pada 1991 ia melanjutkan pendidikan Pascasarjana di William College, Massachussets, USA mengambil bidang Center for Development Economics. Pada 2012 dirinya mendapatkan gelar Doktor di Universitas Gadjah Mada.
Sugeng memulai karirnya di BI sejak 1986 sebagai Asisten Ekonom Urusan Ekonomi dan Statistik Bank Indonesia. Pada 1994 ia diangkat menjadi Staf Gubernur. Kemudian pada 1998-2001 dirinya ditugaskan mewakili BI sebagai Adviser Executive Director di IMF. Lalu pada 2001-2004 ia menjabat sebagai Kepala Divisi Ekonomi Makro Bank Indonesia. Pada September 2015 sampai September 2016 dirinya menjabat Direktur Eksekutif BI Institute.
Kemudian pada Oktober 2016 ia dingkat kembali menjadi Staf Ahli Dewan Gubernur dalam pengelolaan BI Institute hingga saat ini. Jabatannya sekarang ini memberikan saran dan masukan bagi pengembangan BI Institute yang berkelas dunia baik terkait dengan learning maupun riset. (*)
(Baca juga: Sentimen Global Sementara, BI Yakin Rupiah Kembali Normal)
Editor: Paulus Yoga


