Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendukung BPR dan BPRS untuk semakin kompetitif, dalam mengaselerasi transformasi digital di tengah perkembangan teknologi dan perekonomian global maupun domestik.
“Pertumbuhan ekonomi digital kita ini akan sangat luar biasa besar, bahkan kontribusinya di tahun 2030 bisa mencapai lebih dari 18,8%, ini suatu potensi besar utnuk BPR untuk menaruh perhatian dalam memanfaatkan peluang pasar yang sangat besar,” ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK terpilih 2022-2027, Kamis, 30 Juni 2022.
Lanjut Dian, jika melihat perekembangan BPR dari total asset, pembiayaan dan dana dari pihak ketiga, secara umum pertumbuhannya positif dibandingkan dengan awal pandemi. Namun, karena adanya perubahan ekosistem nasional, global dan IT, modal tersebut tidak akan cukup untuk menghadapi dunia yang semakin kompetitif.
Selain itu, persoalan yang dihadapi BPR sangat variatif, dengan adanya persaingan dengan bank konvensional dan berbagai jenis lembaga pembiayaan lain, seperti fintech dengan keunggulan teknologinya yang menimbulkan shadow banking.
“Fintech dengan keunggulan teknologi dan regulasinya yang masih sangat longgar, sehingga ini membuat mereka sangat kompetitif dibandingkan BPR, itu harus menjadi perhatian kita nanti dan juga BPR,” tambah Dian.
Sementara itu, pemerintah juga telah mendorong target untuk pencapaian pembiayaan UMKM sebesar 30% pada tahun 2024, ini merupakan peluang bagi BPR untuk menjangkau UMKM di wilayahnya masing-masing.
Terkait hal tersebut, OJK telah merencanakan roadmap untuk BPR yang terbagi menjadi 4 pilar utama, yaitu penguatan struktur dan kompetitif, akselerasi transformasi digital, penguatan peran BPR terhadap daerah dan wilayahnya, dan penguatan pengaturan.
“Empat pilar tadi banyak insiatif-inisiatif yang dilakukan dan salah satu yang dilakukan tentu saja oleh kita adalah bagaimana melakukan edukasi publik dan aspek lain terkait customer protection,” imbuh Dian. (*) Irawati
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More